Kamis, 01 Agustus 2013

Hati-Hati, Minuman Ini Bisa Merusak Ginjal

REPUBLIKA.CO.ID, Segar dan bersemangat. Setidaknya itulah kesan bagi siapa saja yang gemar mengonsumsi minuman bersoda. Kesegaran itu terasa berlipat-lipat ketika minuman ini dikonsumsi pada saat berbuka. Tapi tahukah Anda bahwa di balik kesegaran minuman bersoda penyakit berbahaya sedang mengintai Anda? Baru-baru ini sebuah studi menyebutkan bahwa konsumsi dua gelas minuman bersoda dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis sebesar 30 persen. Berikut beberapa dampak minuman bersoda bagi kesehatan ginjal seperti dikutip Boldsky oleh duniafitnes.com
Batu Ginjal Kandungan asam fosfat dalam minuman bersoda dapat mengikat kalsium dan mengendapkannya di ginjal. Dalam waktu tertentu, kondisi ini dapat memicu terbentuknya batu ginjal. Penyakit Ginjal Kronis Kemampuan ginjal dalam mem-filter zat-zat yang tidak diperlukan tubuh akan mengalami penurunan sebagai dampak dari tingginya kadar sodium dalam tubuh. Jika ini terjadi maka tubuh akan menyimpan terlalu banyak racun dalam darah. Berhati-hatilah karena sebagian minuman bersoda mengandung kadar sodium yang cukup tinggi. Penurunan Fungsi Ginjal Pemanis buatan yang biasanya ada dalam soda diet atau pun soda biasa, ternyata dapat menyebabkan terjadinya penurunan fungsi kerja ginjal bila Anda mengonsumsinya lebih dari 2 gelas per hari. Kandungan pemanis buatan yang tinggi dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan memperparah kondisi ginjal. Dr.Pietro Manuel Ferraro, pakar medis dari Universitas Katolik di Roma, Italia, menyatakan “Studi menegaskan bahwa beberapa jenis minuman beresiko rendah terhadap pembentukan batu ginjal, sedangkan minuman lain seperti soda, yang memiliki kadar gula yang sangat tinggi, memiliki resiko tinggi terhadap pembentukan batu ginjal.” Redaktur : Endah Hapsari

Sabtu, 18 Mei 2013

Tak Hanya untuk Bikin Cokelat, Kakao Juga Bisa Jadi Obat Tifus

Merry Wahyuningsih - detikHealth Surabaya, Tanaman kakao lebih dikenal sebagai bahan baku cokelat yang digemari oleh banyak orang di dunia. Namun penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa kakao bisa menjadi obat anti-bakteri, salah satunya untuk obat tifus. Di dalam tanaman kakao (Theobroma cacao) terkandung polifenol yang jumlahnya sekitar 10 persen. Selain itu, kakao itu juga mengandung lemak tetapi tidak memiliki efek negatif seperti meningkatkan trigliserida atau kolesterol dalam tubuh, sehingga manfaat-manfaatnya bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Sejak tahun 2006, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia telah melakukan penelitian pada kakao terkait dengan kandungan polifenol didalamnya. Yang terbaru, polifenol pada kakao ditemukan dapat dimanfaatkan untuk keperluan non-food. Polifenol termasuk senyawa yang mengandung antioksidan tinggi, sehingga bisa digunakan untuk mengawetkan makanan. Tak hanya itu, manfaatnya pada tubuh juga membuat polifenol dijadikan untuk keperluan medis. "Karena polifenol (bersifat) anti-bakteri, maka bisa juga digunakan untuk obat anti-bakteri. Penelitian terakhir kami sudah bisa dilakukan untuk penyakit tifus, disentri," jelas Dr Misnawi, Kepala Bidang Penelitian Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia, saat ditemui dalam acara Press Tour & Gathering Kementerian Riset dan Teknologi di Kantor Puslitkoka, Jember, seperti ditulis pada Sabtu (18/5/2013). Menurut Dr Misnawi, penelitian tersebut kini tengah masuk tahap uji klinikal untuk bisa mendapatkan izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). "Secara penelitian sudah selesai, kini sedang tahap uji klinis," papar Dr Misnawi. (mer/vit)

Rabu, 15 Mei 2013

Reza 'Jokowi' Dipanggil Jokowow, Jadi Seleb Foto Saat Weekend

Rabu, 15/05/2013 18:05 WIB Kisah Reza Si Jokowi 'KW' Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews Jakarta - Reza 'Jokowi' Srimulyadi, kuli bangunan yang menjadi bintang iklan karena kemiripannya dengan Gubernur DKI Jakarta Jokowi, selain dipanggil Doyok saat berkumis, juga dipanggil Jokowow. Reza suka menjadi sasaran foto-foto di Taman Situ Lembang. Hal ini dikatakan Mirah (40), pedagang soto betawi di Stasiun Cikini yang mengajak anak-anaknya bermain di Taman Situ Lembang hampir tiap sore. Saking seringnya ke taman, Reza yang proyek renovasi rumahnya berada tepat di taman itu juga suka melepas penat di taman itu. Mirah mengenal Reza sejak bekerja di proyek renovasi rumah itu menyadari wajah Reza mirip Jokowi saat musim Pilkada DKI tahun 2012 lalu. "Pas Jokowi naik ya. Saya panggil aja, Jokowow, Jokowow," ujar Mirah ketika ditemui detikcom di Taman Situ Lembang, Menteng, Rabu (15/5/2013). Bahkan, karena kemiripannya dengan Jokowi, Reza suka jadi seleb foto dadakan saat akhir pekan di taman itu. "Kalau Sabtu-Minggu banyak yang minta foto sama dia, tapi saya becandain aja, 'Pak Doyok berapa sekali foto?'. Dia ketawa-ketawa aja," tutur Mirah. (nwk/mad)

Kamis, 09 Mei 2013

Perhatikan! Ini Kondisi Kuku yang Menunjukkan Ada Penyakit di Tubuh Anda

Hestianingsih - wolipop Jakarta - Saat memotong kuku atau manikur-pedikur, sering-seringlah memperhatikan kuku Anda. Adakah perubahan? Misalnya kuku jadi lebih pucat dari biasanya atau tampak menguning dan menebal? Kuku bisa menjadi 'alat' alami untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan. Seperti dikutip dari Shape, ini enam penampakan kuku yang bisa memprediksi kondisi tubuh Anda. 1. Pucat Jika kuku terlihat putih pucat, kemungkinan Anda menderita anemia. Dijelaskan Dr. Shilpi Agarwal, M.D., dokter pengobatan holistik dari Los Angeles, "Anemia terjadi akibat kekurangan zat besi yang menyebabkan asupan oksigen di dalam darah terhambat. Sehingga jaringan kulit menjadi pucat, terutama kulit di bawah kuku." Dalam kondisi yang lebih serius, kuku pucat juga bisa menjadi tanda-tanda awal diabetes atau penyakit liver. Jika didiagnosa lebih awal, diabetes bisa dikontrol. Hindari konsumsi makanan olahan atau yang mengandung banyak gula dan karbohidrat. Ganti pola makan Anda dengan memperbanyak serat dari sayuran, buah dan gandum utuh. 2. Menguning atau Menebal Kuku yang menguning atau menebal umumnya disebabkan karena infeksi jamur yang sudah menyebar ke seluruh kuku. Pengobatan topikal (dioles dengan krim atau salep) biasanya tidak terlalu membantu karena infeksi berada di kulit bawah kuku. Biasanya dokter akan memberikan obat minum yang bisa langsung membasmi jamur di bagian dalam epidermis. 3. Garis Coklat Kehitaman Waspada jika Anda mendapati garis atau gurat kehitaman di kuku, karena kemungkinan adanya melanoma atau tumor ganas. "Garis vertikal berwarna coklat gelap atau hitam di kuku jangan sampai diabaikan. Ini bisa jadi tanda awal melanoma yang harus dideteksi dan diobati sejak dini," ujar Dr. Shilpi. 4. Mudah Rapuh Kuku yang mudah rapuh atau patah hanya karena sedikit tekanan atau benturan keras, kemungkina ada gangguan pada kelenjar thyroid Anda. Kelenjar yang terdapat di bagian leher ini bertugas mengatur metabolisme, energi dan pertumbuhan tubuh. Kekurangan thyroid bisa menyebabkan rambut rontok, juga kuku yang rapuh dan menipis. Kuku juga tumbuh lebih lambat dan dalam keadaan yang sudah parah, kuku bisa terangkat dari kulit di bawahnya. Jika ini terjadi pada Anda, segera periksa ke dokter untuk diambil sampel darah. Pemeriksaan ini berguna untuk memeriksa apakah ada gangguan thyroid yang perlu diberi pengobatan. 5. Garis-garis Putih Garis-garis putih horizontal yang memenuhi seluruh kuku disebut dengan garis Muehrcke. Ini mengindikasi adanya penyakit ginjal, gangguan liver atau kekurangan protein akut. "Munculnya garis putih memanjang disebabkan oleh gangguan pada suplai darah ke kuku karena penyakit-penyakit yang disebutkan tadi," tutur Dr. Shilpi. 6. Membiru Kuku yang tampak membiru, adalah tanda tubuh Anda kekurangan oksigen. Kurangnya oksigen dalam darah bisa disebabkan beberapa hal, di antaranya gangguan pada saluran pernapasan atau masalah di pembuluh darah. Beberapa orang memang ada yang sirkulasi darahnya lebih lambat terutama ketika berada di tempat bersuhu dingin. Tapi untuk lebih amannya, sebaiknya periksa kadar oksigen di tubuh Anda melalui tes laboratorium. (hst/eny) Redaksi: redaksi[at]wolipop.com Informasi pemasangan iklan hubungi : email : sales[at]detik.com

Sabtu, 13 April 2013

Kisah Tasripin, Bocah 12 Tahun yang Harus Menghidupi Ketiga Adiknya

Arbi Anugrah - detikNews Jakarta - Jauh di sebuah Dusun di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Tasripin (12) bocah tanggung dari Dusun Pesawahan harus hidup sendiri dan mencari nafkah untuk menghidupi ketiga adiknya Dandi (9) Riyanti (7) dan Daryo (5). Tasripin harus bekerja di sawah agar adik-adiknya tetap bisa makan. Di rumah bilik kayu dengan luas 5x7 meter persegi dengan satu ruang kamar luas 3x3 meter persegi dan sebuah dapur dengan tungku kayu bakar serta isi perabotan yang sangat sederhana dan hanya terdapat dua buah kursi panjang dan satu meja, beralaskan lantai semen yang sudah pecah, hidup empat bocah sebatang kara. Ayah mereka pergi bekerja di Kalimantan bersama kakak tertuanya, sementara ibunya meninggal akibat tertimbun longsor saat sedang mencari pasir satu tahun lalu. Kini bocah-bocah tersebut harus hidup sebatang kara dan tidur dalam satu kamar dengan kasur dan bantal yang sudah tampak lusuh dengan ditutupi matras. Ketiga adiknya sangat mengandalkan kakak kedua mereka, Tasripin, yang setiap hari harus bekerja di sawah dengan mencangkul, membersihkan sisa-sisa padi serta menanam padi bersama warga desa pada saat masa tanam. "Ibu sudah meninggal dan bapak bekerja di Kalimantan bersama kakak," kata Tasripin, Jumat (12/4/2013). Hampir setiap hari, Tasripin mesti pergi ke sawah untuk mencari uang demi menghidupi ketiga adiknya. Para tetangga sekitar yang simpati dengan keadaan Tasripin pun kadang sering membantu menberikan nasi maupun lauk pauk bagi bocah-bocah tersebut. Tak jarang mereka hanya makan dengan nasi seadanya namun tampak nikmat. "Kalau berangkat ke sawah jam 7 pagi dan pulang jam 12 siang. Kadang sehari dapet Rp. 30 - 40 ribu sehari. Itu beli beras dan sayur. Sisanya untuk jajan adik," jelas bocah yang telah putus sekolah itu. Pagi sebelum dia berangkat ke sawah, Tasripin harus memasak nasi dan sayur untuk adik-adiknya. Selain memasak, dia juga harus mencuci pakaian, menyapu serta memandikan adik-adiknya. Tapi bukan hanya sekedar memandikan dan memberikan makan untuk adik-adiknya, dia pun bertanggung jawab terhadap akhlak adik-adiknya dengan mengajak adik-adiknya salat dan mengaji di musala depan rumahnya. Tanggung jawab yang besar membuat dia harus bekerja keras, tidak jarang jika tidak mendapatkan pekerjaan, dia harus mengutang beras di warung. "Kalau tidak ada uang suka utang di warung, bayarnya nanti kalau bapak pulang," katanya. Saat ini Tasripin harus berhenti bersekolah, karena menunggak biaya SPP, sementara kedua adiknya Dandi dan Riyanti pun tidak melanjutkan sekolah karena malu sering diejek oleh teman-temannya. Hanya Daryo, adik terakhirnya yang masih bersekolah di PAUD di dusun tersebut. "Sudah tidak sekolah SD, hanya satu adik saya yang sekolah di Paud, Kadang saya yang biayain, kadang menunggu kiriman dari bapak," ujarnya polos. Dulu saat sekolah dia harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer untuk mencapai tempat sekolahnya, jalan berbatu dan perbukitan serta hutan harus dilalui dia setiap harinya. Maklum, Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok berada di lereng kaki Gunung Slamet demgan jumlah penduduk 319 Jiwa dengan 187 rumah. (trq/trq)