Senin, 14 November 2011

Kisah Saputra, Loper Koran yang Jadi Juara di Markas Milan


DETIK SPORT - Jakarta - Prestasi memang tidak memandang apakah seseorang berasal dari keluarga kaya atau miskin. Saputra (14), seorang remaja yang sehari-harinya menyambi sebagai loper koran, lolos seleksi tim Indonesian All Star. Bersama rekan-rekan satu tim, ia berhasil mempertahankan gelar juara Intesa Sanpaolo Cup 2011.

Saputra dkk menggondol piala Intesa Sanpaolo Cup 2011 yang digelar oleh klub termasyur di Italia, AC Milan. Intesa Sanpaolo Cup sendiri merupakan turnamen tahunan yang menyedot perhatian di Milan Junior Camp Day. Di final 5 November lalu, para remaja asuhan pelatih Bambang Waskito itu menundukkan tim gabungan Venezuela-Brasil dengan skor 2-0.

Sementara dalam ujicoba dengan para pemain junior AC Milan Soccer Academy yang dihelat setelah kejuaraan selesai, tim Indonesian All Star juga menang 3-2. Tim Indonesian All Star merupakan tim pertama yang mengalahkan tim junior AC Milan yang dilatih dengan ketat.

Saputra pun merasa bangga bisa mempersembahkan hasil tersebut. Stiker tim Indonesian All Star ini menceritakan, kekompakan tim menjadi faktor penentu kemenangan. Selain kompak, timnya mempunyai semangat yang luar biasa sehingga mampu menggunguli 25 negara peserta turnamen sepak bola lainnya.

"Tim Indonesia sangat kompak dan terus banyak sekali motivasi. Kalau mau pas di lapangan semangat semua," kata Saputra, yang ditemui di sela-sela pertemuan tim Indonesian All Star dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2011).

Saputra adalah remaja kelahiran Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), 6 November 1997. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sejak kelas empat SD, Saputra sudah harus bekerja membantu orangtuanya yang beralamat di Jl Bendungan Lrg, Rawa Laut RT 03 RW 01 No 180/199, Palembang.

Untuk membantu perekonomian keluarga, remaja berambut cepak ini tak sungkan menjadi loper koran. Saban pagi, sebelum berangkat ke sekolah, ia menyetor koran ke lapak-lapak dan pelanggan. Setiap hari, uang Rp 15-20 ribu dikantonginya dari berjualan koran. Uang hasil jerih payahnya itu sebagian ia pergunakan untuk jajan dan sebagian lagi diberikan kepada ibunya yang cuma buruh cuci rumah tangga.

"Aku loper koran dari kelas 4 SD sampai kelas 3 SMP. Tapi kelas 3 ini sekolah pagi, jadi cukup untuk langganan bulanan atau di tempat sekolah. Guru-guru kadang beli sama aku," ucap Saputra.

Sebagaimana anak seusianya di Palembang, Saputra juga gemar olah raga sepakbola. Ia mulai menenekuni sepakbola sejak usia 5 tahun. Beranjak sedikit dari umur belianya tersebut, ia masuk ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Sportivitas di Palembang. Sayang, gara-gara tidak punya uang, Saputra tidak bisa meneruskan latihan di SSB tersebut.

Pada prosesnya, kenang Saputra, ia memperoleh beasiswa sekolah sepak bola dari PT Pusri. Selama 3 tahun ini, ia giat berlatih di Pusri tiga kali seminggu. Namun, di tengah kesibukan untuk latihan rutin Saputra tetap melakukan pekerjaannya sebagai loper koran. Bahkan, dari aktivitasnya sebagai loper koran tersebut ia mengenal banyak pemain Sriwijaya FC dari dekat.

"Aku kebetulan jualan koran juga di mess-nya. Ya, masih sampai sekarang. Biasa ke kamar Arif Suyono, Supardi Nasir, Firman Utina. Jualan koran pagi, tapi kadang nunggu pemain selesai bangun tidur itu lama. Jadi, ya, sudah kumasukin di bawah pintu, siang baru ambil uangnya," tutur Saputra.

Ke Italia

Saputra tentu ingin meraih meraih prestasi seperti para pemain favoritnya di Sriwijaya FC tersebut. Kesempatan itu pun akhirnya tiba. Tanggal 28 Oktober 2011 lalu, ia mendengar ada penyaringan pemain untuk Indonesian All Star yang akan berlaga di Italia. Bersama temannya, Saputra pun mengikuti seleksi tersebut.

Dengan bekal uang pinjaman Rp 2.000, ia berangkat ke lokasi seleksi di Palembang. Uang itu dibelikan pempek untuk sarapan. Saputra berhasil lolos masuk 250 besar di seleksi pertama. Dan, pada hari berikutnya, tanggal 29 Oktober ia terpilih dalam 60 besar untuk menjalani seleksi di Bali.

"Seterusnya tanggal 29 hari Minggu nggak ada uang, sarapan mie saja sama teh. Udah pas itu saya bangga setelah sore-sore terpilih bisa seleksi 60 di bali. Orangtuaku juga bangga sekali," ucap Saputra.

Karena berteman akrab dengan pemain Sriwijaya FC, Saputra pun menelepon Supardi untuk mengabarkan keberhasilannya menembus 60 besar. "Pas mau ke Bali itu aku telepon Bang Supardi. 'Bang aku lolos. Ada nggak saran buat aku biar nggak cepet puas?' Dari situ aku ada rasa bangga sama dia," kata Saputra.

Di Bali, Saputra kian memuluskan langkah ke Jakarta. Dalam seleksi di Jakarta, ia berhasil masuk ke 18 besar tim yang diberangkatkan ke Italia atas dukungan PT Pertamina (Persero). Menurut Saputra, resepnya untuk berhasil adalah tidak pernah menyerah atau pasrah kepada keadaan.

"Pokoknya jangan nyerah, deh. Ekonomi itu bukan segalanya hal untuk meraih mimpi atau prestasi. Berani untuk bermimpi dan jangan pernah takut. Semua itu pasti ada jalan," kata Saputra bijak.

Mengenai rencana masa depan, Saputra mengaku ingin menjadi pemain sepakbola nasional yang handal. Sedangkan dalam waktu dekat ini, ia akan kembali ke Palembang untuk bersekolah dan berlatih lagi di Pusri. Tetap jualan koran?

"Masih-lah. Dari mana aku bisa jajan sekolah sama buat kasih orang tua?" katanya sambil tersenyum.




( irw / krs )

Kamis, 27 Oktober 2011

Tertawalah! Anda Akan Sehat dan Berumur Panjang



TRIBUNNEWS.COM - Tidak suka dengan humor? Pikir sekali lagi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa memanjakan selera humor Anda bisa memperpanjang usia, membuat hidup lebih sehat.

Tertawa tidak saja melunturkan stres, meningkatkan kehidupan sosial, dan menurunkan tekanan darah, tapi juga mendorong sistem kekebalan tubuh. Tambah lagi, humor menjadi lebih bernilai ketika umur semakin bertambah, dan dikaitkan dengan kehidupan yang memuaskan. Begitu penelitian yang dilakukan di Swis.

Ingin tahu lebih banyak tentang sisi kesehatan dari humor? Simak 5 fakta mengejutkan dari sisi kesehatan dari humor yang dimuat BBC.

* Lebih mudah bernafas
"Sembilan puluh prosen tertawa melibatkan pernafasan yang dalam," kata Dacher Keltner, Ph.D., guru besar psikologi di University of California di Berkeley dan penulis buku Born to Be Good. "Ketika menghembuskan nafas, denyut nadi dan tekanan darah turun dan Anda memasuki kondisi tenang. Anda akan merasakan sensasi pelepasan dari tertawa."

* Hubungan yang lebih baik.
Pasangan yang menceritakan lelucon ringan dan ikut tertawa untuk meredakan ketegangan cenderung memiliki perkawinan yang lebih baik, kata psikolog John Gottman, Ph.D., dari Gottman Institute, pusat konseling masalah hubungan sosial di Seattle.

* Melawan stres
Tertawa bisa menurunkan hormon stres dopac, kortisol, dan epinephrine sampai berturut-turut 38%, 39%, dan 70% menurut penelitian di Loma Linda University, California. Penelitian di Universitas Maryland dengan mempertontonkan film pendek, mereka yang menonton film jenaka mengalami peningkatan aliran darah ke jantung sebanyak 22%.

* Merasa lebih sehat
Tertawa tak hanya melepaskan ketegangan, tapi juga membuat Anda lebih sehat. Orang yang tertawa 10 - 25 kali sehari lebih sedikit terkena penyakit dibandingkan dengan mereka yang kurang dari jumlah itu dalam seharinya. Begitu menurut penelitian International Journal of Medical Sciences tahun 2009.

* Bekerja lebih baik
Menurut survei Men's Health, dari hampir 600 lelaki yang menjadi responden, 73%-nya menyatakan bahwa memiliki selera humor membuat mereka lebih baik dalam bekerja.

Jumat, 21 Oktober 2011

Tips Mudah Hilangkan Bentol Gigitan Nyamuk


Jumat, 21 Oktober 2011 21:56 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Nyamuk, selain suaranya yang mengganggu tidur di malam hari, gigitannya juga membuat kulit menjadi gatal.

Salah-salah, jika kita menggaruk, kulit menjadi terluka. Anak-anak berekasi lebih parah terhadap gigitan nyamuk dibandingkan orang dewasa.

Ada sekitar 3500 jenis nyamuk. Beberapa jenis itu memakan darah manusia. Nyamuk betina merupakan salah satu jenis yang memerlukan nutrisi tertentu dari darah untuk bisa bertahan hidup. Mereka memiliki hidung seperti jarum yang digunakan untuk mengumpulkan darah 'korban'.

Luka terbuka, lebih rawan digigit nyamuk. Nyamuk biasanya menyntikkan air liur sampai menembus kulit. Air liur ini mengandung bahan kimia yang dikenal sebagai antikoagulan yang bisa menghambat pembekuan darah, sehingga luka tak kunjung kering.

Bahan kimia dalam air liur nyamuk yang tertinggal ini menyebabkan respon alergi ringan berupa tanda merah dan gatal setelah beberapa jam, bahkan sampai beberapa hari. Untungnya, ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengurangi gatal-gatal karena digigit nyamuk.

1. Campurkan dua cangkir cuka putih ke dalam bak yang berisi air panas. Anda bisa berendam selama 20 menit. Air panas yang ditambah cuka membantu mengurangi gatal. Selain itu, anda juga bisa mengoleskan cuka menggunakan cotton buds pada bekas gigitan yang masih terasa gatal.

2. Ampas teh kemasan yang sudah dipakai juga bisa mengurangi gatal, dengan mengoleskannya ke kulit. Kandungan tannin yang masih ada di dalam teh bisa digunakan untuk melawan alergi.

3. Gunakan minyak pohon teh untuk dioleskan di bekas gigitan. Banyak ditemui di toko kesehatan, atau dijual online. Minyak pohon teh berfungsi sebagai antiseptik dan antibiotik ampuh untuk mengurangi rasa gatal dan menyengat.

4. Tempelkan es di kulit yang gatal. Dinginnya es bisa membuat mati rasa untuk sementara waktu. Selain itu juga bisa mengurangi efek ‘air liur nyamuk’ yang disimpan dibawah kulit.

5. Bisa juga membuat penangkal gatal dengan daun lavender, kemangi atau pisang. Basahi dan hancurkan, oleskan pada bekas gigitan nyamuk.
Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Dwi Murdaningsih

STMIK AMIKOM

Sabtu, 24 September 2011

Ini Dia Tips Menggunakan Kartu Kredit dari BI

Herdaru Purnomo - detikFinance

Bandung - Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti kepada nasabah maupun calon nasabah kartu kredit dalam penggunaannya agar tidak terjerumus dan terlilit utang. Informasi apa saja yang harus diketahui oleh pemegang kartu kredit?

Analis Madya Bank Indonesia Sri Yulia Parayudhanti mengungkapkan baik kepada pemegang maupun calon pemegang kartu kredit perlu mengetahui hal-hal dasar sebelum menggunakan kartu ini.

"Penting, bagi calon nasabah maupun nasabah untuk mengetahui hal-hal dasar ini agar nasabah nantinya tidak terjebak dan jika merasa dirugikan nasabah mengerti akan hak-haknya," ungkap Sri ketika ditemui di sela acara Transparansi Produk, Perlindungan dan Mediasi Nasabah Perbankan di Hotel Papandayan, Bandung, Sabtu (24/9/2011).

Apa saja yang harus diketahui nasabah berikut penjelasan BI:

* Penerbit kartu kredit harus menginformasikan penggunaan jasa pihak lain di luar penerbit kartu kredit untuk melakukan penagihan, jika penerbit kartu kredit menggunakannya.
* Penerbit kartu kredit menyampaikan informasi tagihan secara lengkap, akurat, dan informatif serta dilakukan secara benar dan tepat waktu.
* Setiap terjadi perubahan secara umum terhadap informasi tertulis wajib diinformasikan kembali kepada pemegang kartu kredit.
* Penerbit kartu kredit dilarang memberikan secara otomatis fasilitas yang berdampak pada tambahan biaya yang harus ditanggung oleh pemegang kartu kredit atau fasilitas lain di luar fungsi utama kartu kredit
* Dalam hal penerbit menggunakan jasa pihak ketiga maka penagihan oleh pihak tersebut hanya dilakukan jika kualitas tagihan kartu kredit dimaksudk dalam kolektibilitas diragukan atau macet
* Penerbit harus menjamin penagihan oleh pihak lain tersebut memperhatikan ketentuan dengan cara yang tidak melanggar hukum
* Dalam hal transaksi pedagang dilarang memproses penarikan tunai mesin EDC menggunakan kartu kredit.
* Pedagang dilarang membebankan biaya tambahan dalam (surcharge) kepada pemegang kartu kredit
* Minimum pembayaran yang dipatok penerbit untuk kewajiban nasabah dalam jumlah tunggakan yakni sebesar 10% minimal dari total tagihan
* Batas penarikan tunai adalah Rp 10 juta untuk penarikan tunai melalui ATM
* Batas nominal yang akan ditransfer melalui kartu kredit adalah Rp 25 juta melalui ATM

"Ketika ada nasabah yang merasa tidak mendapatkan hak-hak yang seharusnya diberikan oleh penerbit, nasabah bisa meminta langsung kepada penerbit," tutur Sri.

Jika terdapat permasalahan, Sri menambahkan ada kalanya diselesaikan dengan bank langsung dan jika memang belum puas nasabah bisa mengadukan melalui jalur Mediasi Bank Indonesia.

(dru/dnl)

Kamis, 22 September 2011

Bus Layang Diperkenalkan di Indonesia



M Clara Wresti | Robert Adhi Ksp | Kamis, 22 September 2011 | 21:48 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbaiki sistem transportasi dengan menggunakan sarana transportasi massal, ditangkap konsorsium sarana transportasi untuk mengenalkan bus layang.
Bus layang ini telah dipakai di beberapa kota di China. Dan tahun depan, bus layang juga akan beroperasi di Brazil, Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan beberapa kota Spanyol.

Menurut Jopie Widjaja, Presiden PT Infiniti Wahana yang menjadi salah satu anggota konsorsium, bus layang memiliki sejumlah kelebihan dibanding moda angkutan massal lainnya.

"Investasi untuk bus ini jauh lebih murah, tidak mengambil jalur jalan, dan cepat pembangunannya," kata Jopie yang menggandeng PT Zebra Nusantara dan Shenzen Hashi Future Parking Equipment Co.

Konsep bus layang berbeda dengan konsep yang akan digarap DKI Jakarta, yaitu mengganti monorel dengan busway. Bentuk bus layang mirip kereta dengan empat gerbong. Bentuknya juga mirip bus tingkat, tetapi jauh lebih besar dan lebar, karena mobil-mobil lain bisa melaju di bawah bus layang.

Ini bisa terjadi karena bus ini memiliki dua kaki di kiri kanannya yang berjalan di atas rel. Rel ini bisa diletakkan di tepi median jalan dan separator, sehingga ada ruang bagi kendaraan lain untuk melintas di kolong bus layang. Menurut Jopie, investasi yang dibutuhkan bus layang hanya 15 juta dollar Amerika setiap kilometernya.

Sementara Subway membutuhkan 100 juta dollar AS per km, dan monorel 50 juta dollar AS per km. Selain itu, masa konstruksi bus layang hanya satu tahun, sementara subway enam tahun, dan monorel tiga tahun. "Biaya operasinya juga lebih murah dan sangat ekonomis. Dan lagi ada sistem evakuasi penumpang," kata Jopie. Kapasitas bus layang sangat besar.

Satu gerbong bus setara dengan 10 kopaja atau sekitar 100 penumpang. Sementara satu bus layang terdiri dari empat gerbong, sehingga bisa menampung 1.200 penumpang. Dalam tahap awal yang ditawarkan di Jakarta, proyek jalan layang itu akan menggunakan jalur Kota-Blok M dengan mendirikan 21 halte dan jumlah 42 bus layang. Investasi bus layang dibiayai swasta murni (tanpa menggunakan APBD termasuk saat operasional).

Tarif tiket Rp 5.000 sekali jalan, dan menggunakan sistem Built Operation Transfer (BOT) selama 30 tahun. Dengan penawaran konsep itu, kata Jopie, pihaknya akan memberikan manfaat untuk masyarakat di Jakarta. "Masyarakat akan mendapatkan angkutan aman, nyaman, cepat tanpa terkendala jalur busway dan sejenisnya," kata Jopie yang juga menawarkan ke Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo dan Surabaya.

Asisten Perekonomian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, Hasan Basri Saleh, mengatakan akan mempelajari konsep ini. "Kami akan sampaikan ke Gubernur secepatnya," kata Hasan. Sementara Wakil Ketua DPRD DKI, Sayogo Hendrosubroto, menyatakan, pihaknya menilai konsep yang ditawarkan itu inovatif, moderen, dan terobosan baru.

"Artinya kita memang butuh sarana transportasi massal dengan menggunakan hemat energi, diterapkan dengan tarif terjangkau, dan diterima masyarakat, jadi ini memang sangat baik," katanya