Sabtu, 19 Oktober 2013

Tidur itu “Bersihkan” Racun di Otak

POSKOTANEWS : NEW YORK – Otak menggunakan waktu selama manusia tidur untuk mencuci racun-racun yang terkumpul setelah proses berpikir selama seharian, kata para peneliti.
Para tim peneliti dari Amerika Serikat itu percaya bahwa “sistem pembuangan racun” adalah salah satu alasan dasar kenapa manusia butuh tidur. Studi mereka yang diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan sel-sel otak menyusut selama tidur untuk membuka jarak antar neuron sehingga memungkinkan cairan masuk untuk mencuci bersih otak. Mereka juga mengatakan bahwa kegagalan untuk membersihkan beberapa protein beracun mungkin berperan dalam memicu gangguan otak. Sebelumnya telah terbukti tidur berperan besar dalam proses belajar dan memperbaiki daya ingat, tapi sebuah tim di University of Rochester Medical Centre – New York, percaya bahwa salah satu alasan utama tidur mungkin berkaitan dengan sebuah “pekerjaan rumah” yang harus dilakukan di dalam otak. Tidur juga meningkatkan aktivitas otak yang berhubungan dengan ingatan. “Otak memiliki energi yang terbatas dan tampaknya bahwa ia harus memilih antara dua fungsi yang berbeda -terjaga dan sadar atau tidur dan membersihkan,” kata peneliti Dr Maiken Nedergaard. “Anda dapat menganggap otak seperti halnya sebuah rumah untuk berpesta. Di sana Anda dapat menghibur para tamu atau membersihkan rumah, tetapi Anda tidak bisa benar-benar melakukan keduanya pada saat yang sama.” Penelitian ini berdasar pada penemuan sebelumnya mengenai jaringan otak yang dikenal sebagai sistem glymphatic -yang membawa bahan limbah keluar dari otak. Para ilmuwan meneliti dengan menggunakan otak tikus. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem glymphatic menjadi 10 kali lebih aktif ketika tikus sedang tidur. Sel-sel dalam otak menyusut selama tidur. Hal ini melebarkan ukuran ruang antara jaringan otak, sehingga lebih banyak cairan yang masuk dan mencuci racun-racun. Dr Nedergaard mengatakan ini adalah fungsi “penting” untuk bertahan hidup, tetapi tampaknya tidak mungkin terjadi ketika pikiran terjaga. Dia mengatakan kepada BBC: “Ini adalah murni spekulasi, tapi sepertinya otak kehilangan banyak energi saat memompa air dan itu mungkin tidak bisa dilakukan ketika proses pengolahan informasi terjadi.” – bbc/d

Jumat, 27 September 2013

Konsumsi Selai Kacang Sejak Dini Perkecil Risiko Kanker Payudara

Oleh : Deani Sekar Hapsari - detikFood Jakarta - Kacang dan selai kacang dikenal dengan kandungan lemak sehat dan protein. Saat ini tim penelitian terbaru menyatakan wanita muda yang gemar mengkonsumsi selai kacang berisiko lebih rendah mengidap penyakit payudara.
Hasil penelitian ini dinyatakan oleh tim peneliti dari Washington University School of Medicine di St. Louis dan Harvard Medical School. Studi dilakukan berdasarkan data kesehatan 9.039 remaja putri Amerika Serikat umur 9-15 tahun dalam The Growing Up Today Study dari 1996 hingga 2001. Pada tahun 2005-2010, saat partisipan sudah berumur 18-30 tahun, mereka diminta melaporkan apakah mereka didiagnosa penyakit payudara jinak yang telah dikonfirmasi lewat biopsi payudara. Tim peneliti menemukan partisipan yang mengonsumsi selai kacang atau kacang dua hingga tiga kali seminggu mempunyai risiko 39 lebih rendah mengidap penyakit payudara. Hasil studi menyatakan bahwa kacang, lentils, kacang kedelai, dan jagung juga bisa mencegah penyakit payudara, tapi konsumsi bahan makanan tersebut jauh lebih rendah pada partisipan dan bukti yang ada masih lemah. Hasil studi ini diterbitkan di jurnal Breast Cancer Research and Treatment. “Hasil studi ini juga mengusulkan bahwa konsumsi selai kacang bisa membantu menurunkan risiko kanker payudara pada wanita,” tutur Graham Colditz, MD, DrPH selaku kepala peneliti dari Washington University School of Medicine. Melihat angka obesitas yang semakin tinggi, Graham pun mendorong para remaja putri mengganti makanan junk food dengan selai kacang. Studi sebelumnya telah menghubungkan konsumsi selai kacang, kacang, dan sayuran untuk menurunkan risiko kanker payudara. Tapi, data didapatkan dari ingatan para partisipan tentang pola makan masa SMA. Studi ini merupakan yang pertama menggunakan data dari laporan kesehatan selama bertahun-tahun. (odi/dni)

Jumat, 20 September 2013

Ternyata Satpam Marten Seorang Diri Melawan Negara di MK dan Menang

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews Jakarta - Satpam Marten Boiliu ternyata seorang diri melawan DPR dan pemerintah di Mahkamah Konstitusi (MK). Meski tak dibantu pengacara sekalipun, Marten bisa meyakinkan MK dan membatalkan Pasal 96 UU Ketenagakerjaan.
"Pengacara saya buku, saya selalu berkonsultasi dengan buku," kata Marten ditemui di kos-kosannya, Jalan Selatan 8, Jatimekar, Pondok Gede, Bekasi kepada detikcom, Jumat (20/9/2013). Omongan Marten bukan bualan semata. Di kos-kosan ukuran 3x4 meter tergeletak puluhan buku di rak dan almari. Saking banyaknya sehingga rak tidak muat, kertas pun dibiarkan berceceran di ruangan yang bercat merah muda kusam. "Kalau bukunya mahal, saya ke toko buku dan baca buku di situ sampai benar-benar paham," kisah suami yang belum dikaruniai anak itu. Selain menggugat ke MK, dia juga memperjuangkan hak-haknya ke pengadilan hubungan indsutrial (PHI). Namun perjuangannya di PHI bisa berjalan percuma karena ada pasal yang masing mengebiri hak-hak konstitusionalnya. "Dengan latar belakang itu, saya menggugat ke MK," tutur mahasiswa FH UKI Cawang semester IV itu. Marten meminta MK membatalkan Pasal 96 UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pasal itu mengatur masa kedaluwarsa tuntutan pembayaran upah pekerja atau buruh maksimal 2 tahun. Dengan dikabulkannya permohonannya itu, maka tidak ada lagi masa kedaluwarsa dalam mengajukan gugatan hak-hak buruh.

Senin, 19 Agustus 2013

Tips Pilih Madu Berkualitas Tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, Madu yang berkualitas tinggi bisanya memiliki kekentalan yang sangat tinggi. Sehingga, Anda disarankan untuk membeli madu yang tidak encer. Selain itu, Anda pun tak boleh memilih madu yang berbuih. Buih yang ada pada madu menunjukkan bahwa madu tersebut telah mengalami fermentasi. ''Sehingga, kualitasnya sangat rendah,'' tutur Kasno, pakar perlebahan yang juga dosen Fakultas Kehutanan IPB.
Adanya anggapan di masyarakat bahwa madu yang diisi dalam botol dan meletup bila ditutup adalah anggapan yang salah. Menurut dia, madu yang meletup itu telah mengalami fermentasi, karena banyak mengandung gas karbondioksida C02. Ada juga kepercayaan di masyarakat untuk mengukur madu berkualitas tinggi dengan cara memakai korek api. Menurut Kasno, bisa saja korek api yang dicelupkan ke dalam madu bisa cepat terbakar, karena madu tersebut telah mengandung alkohol. Mengukur madu dengan semut pun tak bisa jadi jaminan. Madu yang rasanya sudah asam, tak akan didatangi semut. Selain itu, untuk mendapatkan madu yang berkualitas tinggi, Anda perlu mencicipinya. Bila rasa madu tersebut sudah masam, maka kualitasnya sangat rendah. Selain telah mengalami fermentasi, madu tersebut juga telah menjadi asam cuka. Kualitas madu ditentukan kadar air, gula serta hidroksimetilfulfurat (HMF). Berdasarkan, Standar Nasional Indonesia (SNI) Madu No 01-2545 Tahun 1994. Berdasarkan standar itu, kadar air yang dikandung madu maksimal 22 persen berat per berat. ''Itu pun masih terbilang sangat tinggi, karena standar FAO (organisasi pangan dan pertanian PBB) standarnya 20 persen.'' Madu yang mengandung kadar air yang tinggi akan cepat rusak kualitasnya karena sangat mudah melakukan fermentasi. Menurut Kasno, madu adalah satu bahan yang bersifat hidroskopik. Yakni, bahan yang sangat menyerap air. Jika madu dibiarkan terbuka, maka madu akan mengambil air dari udara. ''Sehingga, madu harus disimpan di tempat tertutup,'' tutur Kasno berbagi tips. Dengan begitu, madu tidak akan cepat rusak. Madu yang berkualitas tinggi juga harus mengandung gula sukrosa yang tak terlalu tinggi. Kadar sukrosa pada madu berdasarkan standar SNI, tak boleh lebih dari 10 persen. Kadar sukrosa pada madu terjadi akibat madu dipanen muda atau dimasak begitu dipanen. Hal itu, mengakibatkan enzim invertase yang ada pada madu mati. Padahal, enzim invertase ini yang berfungsi untuk mengubah gula rantai panjang menjadi monosacharida. Redaktur : Endah Hapsari Baca Juga Uji Keaslian Madu, Ini Kiatnya

Senin, 12 Agustus 2013

Makan bawang putih mentah turunkan risiko kanker paru-paru

Reporter : Rizqi Adnamazida MERDEKA.COM Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa makan bawang putih dua kali seminggu mampu menurunkan risiko kanker paru-paru sebesar 44 persen. Penelitian dari China itu juga membuktikan kalau efek rokok - salah satu hal yang memicu kanker paru-paru - tidak akan menghilangkan khasiat konsumsi bawang putih. Meskipun keampuhan makan bawang putih mentah pada perokok hanya menurunkan risiko kanker sampai 30 persen saja.
Sekitar 40.000 orang dalam setahun didiagnosis kanker paru-paru di Inggris dan Wales saja. Namun angka tersebut bisa diturunkan jika seseorang membiasakan diri untuk mengonsumsi bawang putih mentah. Selain itu, penelitian lain dari University of South Australia juga pernah menyebutkan kalau bawang putih mampu menurunkan risiko kanker usus besar hingga 35 persen. Sebagaimana dilansir dari Daily Mail, peneliti dari Jiangsu Provincial Centre di China membandingkan 1.424 paru-paru pasien kanker dengan 4.500 orang dewasa sehat. Hasilnya, mereka yang rajin makan bawang putih mentah setidaknya dua kali dalam seminggu memang berisiko rendah terkena kanker paru-paru. Sayangnya, belum ada kepastian apakah memasak bawang putih juga akan memberi khasiat yang sama dalam menurunkan kanker paru-paru. Berbagai penelitian sebelumnya menjelaskan kalau senyawa bernama allicin berperan dalam memberi manfaat kesehatan pada tubuh. Antioksidan tersebut khususnya akan lebih dirasakan khasiatnya jika bawang putih ditumbuk atau diiris kecil-kecil. Baca juga: 7 Fakta mengejutkan tentang kanker paru-paru