Senin, 17 November 2014

Kebijakan Pensiun Dini PNS Mulai Diterapkan 2016

JPNN.COM -JAKARTA - Para aparatur Sipil Negara (ASN), terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus siap-siap menghadapi pensiun dini. Kebijakan ini diberlakukan bagi pegawai yang kompetensinya rendah dan tidak bisa dikembangkan lagi. "Dalam rangka penataan struktur organisasi kepegawaian, pemerintah akan mengambil kebijakan pensiun dini. Pensiun dini akan dikenakan mulai tahun 2016, kepada pegawai yang kualitasnya rendah," tegas Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, Minggu (16/11).
Untuk menilai mana PNS yang berkualitas super, menengah, biasa,dan rendah, akan diterbitkan Surat Edaran MenPAN-RB tentang kewajiban seluruh instansi baik pusat maupun daerah melakukan uji kompetensi pegawainya. Agar hasilnya objektif, menurut Setiawan, pemerintah akan memberlakukan format baku agar pejabat pembina kepegawaian (PPK) tidak membuat rekomendasi berdasarkan like and dislike. "Uji kompetensinya ini sangat penting karena akan dijadikan dasar penentuan klasifikasi PNS," ujarnya. Yang kualitas super dan menengah aman, yang kemampuan biasa harus digenjot dengan berbagai pendidikan dan pelatihan agar kompetensinya naik ke menengah. Sedangkan kualitas rendah, akan diajukan untuk dipensiunkan dini. "Setiap PNS harus mengembangkan kualitasnya. Sebab, dalam UU ASN diwajibkan setiap aparatur memiliki kompetensi tinggi. Kalau kemampuannya stagnan dan tidak bisa berkembang meski sudah diberikan diklat, apaboleh buat PNS-nya kita pensiunkan," terangnya. Mengenai SE untuk kewajiban PPK melakukan uji kompetensi, menurut Setiawan, dalam waktu dekat akan dilayangkan ke seluruh instansi pusat dan daerah. Pasalnya, uji kompetensi sudah harus dilakukan mulai awal Januari 2015 dan kebijakan pensiun dini bisa dimulai setahun setelahnya. "Jadi nanti setelah uji kompetensi dan hasilnya didapat, baru kita lakukan pensiun dini pada 2016," pungkas Setiawan. (esy/jpnn)

Sabtu, 08 November 2014

Andai Susi adalah sebuah produk

Reporter : Sapto Anggoro Merdeka.com - Di antara 34 menteri yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, tiba-tiba ada satu magnet kuat sebelumnya tidak begitu menonjol. Sosoknya menarik perhatian banyak orang. Wartawan pun memburunya. Dan, kini dia resmi menyandang status "media darling" karena jadi pembicaraan khalayak. Tak pelak, Susi Pudjiastuti - yang mendapat kepercayaan memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan - adalah sosok menarik perhatian itu.
Mengapa dia bisa begitu menyita perhatian (point of attention) sampai seolah menenggelamkan tokoh-tokoh beken lainnya di kabinet. Misalnya Anies Baswedan yang smart, Rini Soemarno yang diterpa isu miring, Ignasius Jonan sang penyulap performa PT KAI, atau bahkan Khofifah Indar Parawansa yang muslimah cerdas sekaligus talkative. Ya, Susi tiba-tiba menyeruak diantara nama beken di atas, karena dia tampil sebagai sosok menteri yang di luar pikiran atau ekspektasi kebanyakan orang. "She is beyond and special," kata media asing. Selama ini menteri identik dengan tokoh berpendidikan tinggi, panutan, jaga image (jaim), dan bahasanya hati-hati atau tertata penuh teori. Semua pakem itu, ditabrak oleh Susi. Dia hanya lulusan SMP (SMA jebol), merokok pas diwawancara di pojok istana, punya tato di kaki, bicaranya lepas tanpa tedeng aling-aling, dan terang-terangan single parent nikah lebih dari sekali. Karena citra antitesis itulah, maka wartawan melihatnya memiliki nilai berita: unik. Sementara orang yang berpandangan normatif, mem-bully Susi. Bahkan seorang guru besar yang belum tahu bagaimana Susi akan bekerja dan tanpa tahu sejauh mana kemampuan implementasinya, sudah mengkritisi Susi tidak layak jadi menteri! Kolom inspira kali ini tidak melihat Susi dari soal kementerian dan bagian dari politik. Namun, melihat sisi lain (insight) seorang Susi dari sisi produk dan muatan-muatan pesan yang dibawanya. Dengan fakta-fakta merokok, tato, suara seperti pria, pendidikan tidak tinggi, jujur apa adanya, tentu saja sudah memenuhi syarat produk: Susi itu unik dan beda (differentiation & uniqueness). Mohon maaf, mengumpamakan menteri sebagai produk bukan untuk merendahkan, tapi menempatkan sosok menteri yang satu ini sebagai sebuah model. Selain keunikan dan beda dari yang lain itu, Susi memiliki nilai-nilai di baliknya. Sukses dia menjadi pedagang hasil tangkapan ikan para nelayan yang bernilai ratusan miliar per bulan, memberi bobot tersendiri bahwa Susi memang bernilai. Dia layak diteladani semangat bisnisnya, kecanggihannya mengelola usaha dari gaya "bakulan", sampai jadi industri yang melibatkan ratusan orang dan menjadi faktor penting dalam jaringan pemasok (supply chain) usaha resto seafood di kota-kota besar. Kalau sudah industri, pasti pola kinerja manajerialnya tidak sembarangan. Selain sukses di bisnis perikanan, Susi juga sukses di bisnis penerbangan. Dia tidak mengambil porsi bisnis di ceruk yang umum (mass carrier) seperti Garuda, Lion, atau Airasia. Susi Air mengambil ceruk carter dan penerbangan perintis (istilah untuk landasan kecil/pendek). Prestasi yang dibanggakan Susi justru ketika nekat mendaratkan pesawat pertama di Meulebouh Aceh dengan logistik untuk membantu korban tsunami.
Namun demikian, sukses tersebut masih saja dipertanyakan apakah mampu dia memimpin kementerian yang menjadi andalan dan di dalamnya sudah banyak orang hebat bergelar mentereng. Lagi-lagi, Susi membuat banyak orang terkesima. Dia memulai memimpin rapat kementerian, menjelaskan target-targetnya, cara kerja yang semestinya, me-review kinerja yang ada. Saat rapat banyak memakai bahasa Inggris, menghitung dengan teliti profit and losslalu mengubah pola pikir sebagai pelayan yang semestinya, dan harus efisien dengan hasil tangkap maksimal. Misalnya, soal subsidi kapal setelah dihitung, bila dioptimalkan pendapatan kapal tangkap setahun dari 30 unit yang selama ini hasilnya cuma Rp 300 miliar/tahun menurutnya bisa menghasilkan Rp 6 triliun/tahun. Sebagai produk, Susi seolah telah sukses menjadi "gangguan" (disruptive) yang berarti di antara produk-produk kementerian yang lain. Sehingga, cerita apapun tentang Susi, seperti halnya cerita apapun tentang Apple atau Samsung, yang selalu ditunggu pelanggannya. Baik yang pro maupun yang kontra. Sebab, telah mewakili contoh-contoh jagoan, dari seorang zero menjadi hero. Orang tidak sekolah tinggi tapi suksesnya terbukti. Mungkin dia bukan tipe orang yang mengandalkan teori (hafalan) tapi kuat secara praktek/praktis (amalan). Apalagi dia bilang akan membagikan semua gajinya untuk nelayan miskin. Kian menambah nilai dirinya. Maka, tak heran wartawan pun memburunya. Seolah mewakili pelanggan (pembaca) yang menunggu fitur-fitur produk lainnya dari sebuah Susi yang tiba-tiba naik kelas dari sekadar peoduk jadi sebuah brand yang kuat. Cerita tentang bagaimana Susi menggendong nenek-nenek dari landasan di kampung (mungkin di Meulebueh Aceh) bagaikan fitur baru dari brand Susi yang digandrungi masyarakat. Produk Susi ditambah packaging manis dengan munculnya Nadine, anaknya yang cantik sekolah di Amerika, kian menarik. Apapun tentang Susi dan sekitarnya menghasilkan effect WOW karena marketing model WOM (words of mouth) atau cerita dari mulut ke mulut setelah Nadine comment di blog Kaesang (anak Jokowi), dan Kaesang takut macari Nadine karena anaknya menteri. Peran media sosial mempercepat proses popularitas.
Susi dalam insight kami, tidak hanya sebagai menteri. Tetapi dia adalah sebuah produk bahkan brand andalan Jokowi. Karakternya kuat dan kelihatan. Selama hasilnya konsisten, maka produk/brand tersebut beserta fitur turunannya akan layak jual. Selalu ditunggu. Namun demikian, dari semua itu, tentu yang tak kalah penting adalah hasil akhir: Keberhasilan kinerja kementerian yang dipimpinnya. ***
*) Penulis adalah COO KLN Network/merdeka.com, Sekjen APJII, co-founder Binokular Media Monitoring [tts] FOLLOW

Senin, 27 Oktober 2014

Ini penyebab Menteri Susi Pudjiastuti cuma berijazah SMP

Reporter : Laurencius Simanjuntak Merdeka.com - Susi Pudjiastuti menjadi satu-satunya menteri dalam Kabinet Kerja yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Wanita nyentrik yang didapuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan ini tidak lulus SMA, alias cuma berijazah SMP.
Bukan tanpa sebab Susi cuma berijazah SMP. Dia memutuskan berhenti dari bangku kelas 2 di SMAN I Yogyakarta setelah dikeluarkan oleh sekolah karena aktif dalam gerakan golput pada masa itu. Pada tahun 1980-an atau era Orde Baru, gerakan golput adalah hal yang terlarang. Setelah tidak bersekolah lagi, Susi memulai profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Dengan modal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi memulai bisnisnya. Pada 1996 dia kemudian mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek "Susi Brand". Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar. Walaupun hanya lulusan SMP, Susi menerima banyak penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo dan Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009. Setelah ditunjuk jadi menteri, Susi khawatir tidak bisa lagi teriak seperti saat masih menjadi pengusaha. "Satu hal saya khawatirkan, kalau saya jadi menteri, saya tak bisa teriak-teriak ke menteri lainnya. Now, I do not anymore," kata Susi saat konferensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Minggu (26/10). Dia memang tidak menjelaskan rinci apa yang dimaksud. Namun bisa jadi hal tersebut berkaitan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai kurang menguntungkan pengusaha. Dengan posisi dia saat ini, Susi menyadari tidak lagi bisa melakukan hal tersebut. [ren] Baca Juga : Susi Pudjiastuti sosok nyentrik dalam kabinet kerja Jokowi-JK

Sabtu, 18 Oktober 2014

Alasan Perlunya Cuci Handuk Pakai Cuka dan Pemutih

TRIBUNNEWS.COM – Kita selalu berusaha keras menghindarkan rumah dari kuman-kuman. Tahukah Anda, bahwa ternyata, benda yang paling banyak mengandung kuman di dalam rumah kita adalah handuk.
Kain atau Handuk dapur Jika Anda mengeringkan piring dengan haduk dapur, mungkin hampir sama Anda mengeringkannya dengan kuman. Sebuah penelitan University of Arizona pada 2014, menunjukkan 89 persen handuk (kain) dapur membawa bakteri coliform, yakni bakteri yang ditemukan di kedua saluran pencernaan manusia dan hewan. Bakteri ini berfungsi untuk mengukur kontaminasi air. Sedangkan 25 persennya, positif mengandung E. coli. "Anda membersihkan meja, sebagai tempat makanan akan diletakkan, dengan kain dapur. Tapi, jika menggunakan kain dapur yang kotor, Anda sebenarnya malah memperkenalkan ratusan ribu bakteri pada makanan," kata Kelly Reynolds, peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat di University of Arizona Zuckerman. Idealnya, kata Reynolds, handuk dapur harus dicuci setelah setiap kali digunakan. Pilihan terbaik berikutnya, Anda bisa mencelupkan handuk dalam larutan pemutih yang diencerkan, dan biarkan sampai kering. Reynolds menyarankan Anda untuk mengisi wastafel dengan air dan sedikit pemutih, yakni dua sendok teh. Hal ini akan memperpanjang waktu Anda untuk terus menggunakan handuk sebelum dicuci. Setidaknya, setiap satu minggu sekali, cuci handuk Anda dalam mesin cuci. Handuk mandi "Residu pelembut kain menangkap lebih banyak bau. Cuka, menghilangkan itu semua," jelas ahli laundry Mary Marlowe Leverette. Leverette merekomendasikan Anda mencuci handuk mandi dengan mesin cuci seperti biasa, tapi tanpa sabun dan satu cangkir cuka. Kemudian, cuci kembali dengan deterjen biasa. Ahli laundry, Mary Gagliardi mengatakan, lakukan juga dua kali bilasan, jika mesin cuci Anda memiliki pilihan tersebut. Kemudian, keringkan segera untuk mencegah kelapukan. Anda mungkin terbiasa menggunakan handuk mandi selama berminggu-minggu sebelum mencuci, tapi para ahli menyarankan untuk mencucinya setelah tiga kali digunakan. Saat Anda sakit, penting untuk mendisinfeksi handuk dengan pemutih klorin (jika handuknya berwarna putih) atau desinfektan seperti lysol yang mengandung fenolat (jika handuk tidak putih). Handuk wajah "Kotoran dan bakteri memiliki cara bertahan pada kain lap," kata Eric Schweiger, dari New York Schweiger Dermatology. "Saat mencuci atau mengeringkan wajah dengan kain kotor, Anda sama saja mengantarkan kotoran dan bakteri kembali ke dalam kulit." Para ahli mengatakan, handuk wajah dan pakaian harus dicuci setiap kali selesai digunakan. Sementara itu, frekuensi yang ideal untuk mencuci handuk muka, benar-benar bergantung seberapa sering Anda menggunakannya. Jika Anda hanya menggunakan handuk untuk menepuk wajah yang kering, Schweiger menyarankan untuk menggunakannya beberapa kali sebelum dicuci. Tetapi, jika Anda menghapus riasan wajah, Anda perlu sering mencucinya. Dia merekomendasikan Anda mencuci handuk dengan air hangat, dan deterjen bebas parfum untuk menghindari iritasi kulit. Banyaknya kuman pada handuk, bukan berarti Anda harus segera membuangnya. Handuk berkualitas baik, dapat digunakan mulai dari lima sampai sepuluh tahun. Selama bersih, handuk bisa melakukan tugasnya sampai menipis. Editor: Fajar Anjungroso Sumber: Kompas.com

Minggu, 28 September 2014

PT Kereta Api Luncurkan Lokomotif Uap Sun

TEMPO.CO, Bandung - PT Kereta Api Indonesia merampungkan restorasi lokomotif uap pabrikan Hanomag Hanover seri SS600 buatan tahun 1900. "Tadinya dia monumen, gak ada mesinnya, tapi kita berhasil merestorasinya dalam waktu setahun setengah," kata VP Conservation, Maintanance, and Architecture Design PT Kereta Api Indonesia, Ella Ubaidi di Bandung, Ahad, 28 September 2014.
Lokomotif uap ini merupakan, kereta warisan Belanda ketiga yang berhasil dihidupkan lagi. Ella mengatakan, rencananya lokomotif uap yang dinamai Sun, atau matahari ini, akan dioperasikan untuk menarik kereta wisata di Solo. "Akhir tahun ini mungkin sudah bisa jalan di Solo," kata dia. Ella mengatakan, seluruh sertifikasi dan perizinan laik jalan sudah dikantungi oleh lokomotif ini. Rencananya, kereta ini akan beroperasi menarik kereta wisata di Solo dengan rute Tuntang-Kedungjati. Lokomotif Sun itu akan menarik lima gerbong kayu dengan kapasitas tiap gerbongnya 42 penumpang. Pengoperasiannya akan bekerjasama dengan pemerintah Kota Solo. "Startnya Stasiun Jabres yang akan kita jadikan stasiun kick-off untuk kereta-kereta sejajarah seperti ini," kata Ella. Ella mengatakan, PT Kereta Api merogoh duit perusahaan hingga Rp 400 juta untuk menghidupkan lagi kereta uap itu. Lokomotif produksi 1889 itu sempat beroperasi melayani rute Rangkasbitung-Tenabang sampai tahun 1960, sebelum rusak dan dijadikan monumen di Museum Kereta Api Ambarawa sejak 1976. Menurut Ella, perusahaannya sempat menawarkan restorasi lokomotif uap itu pada salah satu perusahaan, tapi batal diteruskan karena biayanya menembus Rp 12 miliar. Setelah berdiskusi dengan pensiunan pegawai kereta yang pernah mengoperasikan lokomotif itu, biaya itu kemahalan. Sejak Oktober 2011 proses restorasi dikerjakan. "Semua dikerjakna pensiunan pegawai kereta api," kata dia. Ella mengatakan, pemerintah Belanda membantu restorasi kereta itu dengan memberikan gambar rinci lokomotif itu. Pemerintah Belanda juga menjanjikan memberikan bantuan serupa jika PT Kereta Api berniat merestorasi lagi kereta tuanya. "Kita harus menemukan gambar aslinya, kan sudah tidak ada detilnya, isinya, ukurannya berapa, pemerintah Belanda membantu support sumber dan narasumber," kata dia. Menurut Ella, dari 1.200 kereta api warisan Belanda, hanya bersisa 30 unit yang masih relatif utuh bentuknya tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. "Terakhir kami menemukan di Pekanbaru sudah jadi bangkai, kereta uapnya Jepang," kata dia. Rampungnya restorasi lokomotif tua itu menjadi hadiah hari ulang tahun PT Kereta Api Indonesia ke 69 yang jatuh hari ini. Lokomotif tua itu diberi nama Sun, yang berarti matahari. AHMAD FIKRI