Selasa, 19 Agustus 2014

Setidaknya Ada Lima Manfaat Dari Buah Nangka

TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA- Meski nangka adalah buah asli India, Sri Lanka, dan Bangladesh, buah ini masih bisa kita temukan di sebagian besar negara beriklim tropis. Rasa manis dan kenyal dari potongan kuning buah nangka ini bukan hanya lezat, melainkan juga mengandung sejumlah nutrisi dan mineral. Berikut adalah lima manfaat kesehatan buah nangka.
1. Kekebalan tubuh Nangka kaya akan kandungan vitamin C yang juga berfungsi sebagai penangkal virus maupun bakteri yang akan menyerang tubuh. Vitamin C ini meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang mampu melindungi tubuh kita dari penyakit dan infeksi. 2. Mencegah kanker Nangka bersifat antikanker dan antipenuaan, karena kandungan fitonutrien dan vitamin C di dalamnya. Nutrisi ini membantu menjauhkan tubuh dari bahaya kanker serta memperlambat degenerasi sel. 3. Memperbaiki pencernaan ,angka mengandung banyak serat yang mampu memperlancar gerakan usus dan mencegah sembelit. 4. Menyehatkan mata dan kulit Vitamin A yang terkandung dalam nangka berfungsi menjaga kesehatan mata, sekaligus mencegah gangguan mata seperti degenerasi makula dan rabun senja. Selain itu, kandungan antioksidan yang ada dalam buah nangka mampu memperlambat aktivitas radikal bebas yang mengakibatkan penuaan dini. 5. Menyehatkan tulang Nangka mengandung sejumlah kalsium dan mangnesium yang baik untuk meningkatkan kesehatan tulang, serta mengurangi risiko osteoporosis. (Healthmeup) Editor: Budi Prasetyo Sumber: Intisari

Kamis, 07 Agustus 2014

Siapa Pembawa "Investasi" MMM ke Indonesia?

JAKARTA, KOMPAS.com — Di Indonesia, MMM pertama kali diperkenalkan oleh sejumlah warga negara Rusia sejak Juli 2012. Namun, mereka tidak banyak bergerak karena khawatir MMM akan dianggap menggalang dana dan menipu masyarakat. Selain itu, sistem MMM yang dijalankan dalam bahasa Rusia membuat skema ini pada awalnya tidak berkembang di Indonesia.
Pada Oktober 2012, Robertus Julyanto bertemu dengan Leader MMM Ukraina bernama Stanislav Boyko, yang fasih berbahasa Inggris. Singkat kata, pada November 2012, Robertus mulai bergerak mencari orang yang mau bergabung dengan MMM. Pada 26 Januari 2013, MMM Indonesia mulai beroperasi dengan 50 partisipan. "Saat ini jumlah partisipan MMM di bawah saya ada 685.000 akun," kata Robertus, yang ditemui di sebuah pusat perbelanjaan di bilangan Senayan, Jakarta, 28 Mei 2014. Selain Robertus, ada beberapa orang Indonesia lagi yang mengembangkan MMM dengan mencantel leader MMM dari negara lain. Dengan jumlah kaki 685.000 akun, Robertus menjadi manajer MMM yang paling besar. Pasalnya, di Indonesia, hanya ada kurang dari satu juta akun di MMM. Angka 685.000 ini tidak menggambarkan jumlah orang Indonesia yang menjadi partisipan MMM. Sebab, siapa pun bisa memiliki lebih dari satu akun karena untuk bergabung ke MMM cukup menggunakan nomor ponsel, alamat e-mail, dan nomor rekening bank. "Tapi, kalau ketahuan ada yang punya lebih dari satu, akunnya kami blok," ujar Robertus. MMM, kata Robertus, bukan sebuah perusahaan, melainkan komunitas. Lelaki paruh baya yang pernah menjadi petinggi salah satu bank swasta yang dilikuidasi tahun 1998 itu bilang, MMM tidak mengumpulkan dana masyarakat. Uang partisipan tetap ada di rekening mereka masing-masing. MMM cuma membantu para partisipan tersebut untuk membantu partisipan lain yang membutuhkan uang. Namun, agar menarik minat masyarakat, disertai dengan bonus yang cukup menggiurkan. Teknisnya, setelah melakukan pendaftaran di situs resmi MMM, partisipan harus menyodorkan bantuan uang senilai Rp 100.000 hingga maksimal Rp 10 juta. Di MMM, menyodorkan bantuan dana ini dikenal dengan istilah Provide Help (PH). Setelah bantuan tersebut sukses dikirim kepada partisipan lain, dalam tempo sekitar sebulan atau 40 hari, partisipan tersebut bisa giliran minta dibantu oleh partisipan lain. Istilah yang digunakan untuk meminta giliran dibantu ini adalah Get Help (GH). Nah, nilai GH yang bisa diminta sebesar nilai PH yang sebelumnya diberikan ditambah 30 persen dari nilai PH tersebut. "Untuk bisa Get Help, semua partisipan harus Provide Help lebih dulu," kata Robertus. Untuk memfasilitasi transaksi dana antar partisipan, Mavrodi membuat situs resmi yang hanya bisa diakses oleh orang yang sudah didaftarkan sebagai partisipan. Situs ini dikendalikan tim Mavrodi di Rusia. Mereka juga yang membuat sistem yang menyampaikan informasi kepada siapa partisipan yang sudah memasang status PH bisa mengirimkan dananya lewat e-mail atau SMS. Penerima dananya bisa siapa saja dan sebagian tidak dikenal oleh si pengirim dana. "Semua diatur sistem, tidak bisa secara manual," kata Robertus. Bagi partisipan yang berhasil merekrut orang lain untuk bergabung di MMM diberikan bonus referral 10 persen dari jumlah PH yang diberikan oleh orang yang direkrut tersebut. Bonus referral ini bisa diperoleh maksimal empat kali. Jika ingin kembali mendapatkan bonus referral, orang yang direkrut tadi harus kembali melakukan PH lebih besar dari sebelumnya. Nah, jika orang yang direkrut tadi mengajak orang lain untuk bergabung di MMM, maka ia juga bisa mendapatkan bonus referral 10 persen. Orang yang ada di level atas juga akan menikmati bonus referral dengan besaran beragam, mulai dari 5 persen per PH hingga 0,1 persen per PH. Semakin tinggi level seseorang dalam piramida MMM, makin kecil persentase bonus referral yang diterima, yakni hingga minimal 0,1 persen. MMM memiliki level berjenjang, mulai dari partisipan, Manajer 10 (bonus referral 5 persen dari nilai PH kaki di bawahnya), Manajer 100 (3 persen), Manajer 1.000 (1 persen), Manajer 100.000 (0,25 persen), Manajer 100.000, hingga Manajer 1 juta. Di Indonesia, puncak tertinggi MMM baru mencapai level Manajer 100.000. Artinya, kaki yang dimiliki antara 100.000 sampai di bawah 1 juta. Orang yang menjadi Manajer 1 juta di MMM, ya, pendirinya, Sergey Mavrodi. MMM, seperti pengakuan Robertus, bukanlah perusahaan investasi, tidak pula menjual produk yang menghasilkan keuntungan. "Sumber dana bonus berasal dari PH partisipan lain. Jadi, jika seseorang mengajukan GH nantinya yang akan memberikan PH tidak hanya satu orang saja. Bisa dari dua PH atau lebih," jelas Robertus. (Tedy Gumilar, Agung Jatmiko, Surtan PH Siahaan, Petrus Dabu) baca juga: OJK Minta Masyarakat Hati-hati terhadap Arisan MMM "Investasi" Baru Berjudul MMM Begini Sistem Perputaran Uang di Arisan MMM

Selasa, 15 Juli 2014

Ternyata, Pemimpin Tertinggi GarudaFood adalah Mantan Korban Bully

Oleh Adhika Dwi Pramudita | Studentpreneur -- Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto adalah entrepreneur, sekaligus figur pemimpin di GarudaFood. Sejak mengambil alih perusahaan keluarganya, sebuah pabrik tepung tapioka lokal, Sudhamek berhasil mengantarkan GarudaFood untuk terbang melanglangbuana ke seluruh dunia. Versi November 2013, Forbes menilai kekayaannya sebesar US$830 juta atau 9 Trilliun Rupiah, menempatkannya di posisi ke 35 dari 50 orang terkaya di Indonesia. Akan tetapi, seluruh pencapaian ini tidak taken for granted, tidak langsung didapat. Tahukah Anda bahwa Sudhamek adalah mantan korban bully? Kehidupan Sudhamek penuh dengan hikmah yang bisa dipetik oleh setiap entrepreneur. sudhamek 2 Ternyata, Pemimpin Tertinggi GarudaFood adalah Mantan Korban Bully studentpreneur entrepreneur startupTernyata, Pemimpin Tertinggi GarudaFood adalah Mantan Korban Bully [Studentpreneur] Ada kebaikan di segala kondisi. Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto, lahir pada tanggal 20 Maret 1956 di Rembang, Jawa Tengah. Ia dan keluarganya tinggal di perkampungan nelayan miskin. Keluarganya tak kaya, namun juga tak terlalu miskin. Tak semua kebutuhan Sudhamek terpenuhi. Katanya, ia jarang menyantap daging ayam. Dan kalaupun ada, anak bungsu dari 11 bersaudara itu, kebagian potongan paling kecil. Meski begitu, Sudhamek bersyukur tak pernah kurang asupan protein. Di tepi pantai, tempat ia tinggal, bertumpuk ikan laut yang segar dan murah. Jadilah tuan bagi hidupmu sendiri. Sudhamek memulai pendidikannya dengan sangat lambat. Bahkan nyaris tidak naik kelas ketika SD. Dino Patti Djalal dalam bukunya “Life Stories: Resep Sukses dan Etos Hidup Diaspora Indonesia di Negeri Orang” menulis bahwa sejak kecil, Sudhamek seringkali mendapat cacian akibat namanya yang ‘unik’. “Setiap pagi, ketika diabsen satu persatu, saya merasa bahwa itulah momen penghukuman bagi saya. Begitu nama saya dipanggil, maka seluruh kelas akan tertawa sambil melihat saya,” katanya. Tekanan batin inilah yang membuat prestasi sekolahnya jelek sekali hingga SMA. Kalau syarat naik kelas adalah K6 (nilai merah tidak boleh akumulatif lebih dari 6), ia selalu nyaris di border line. Hingga, ayahnya berpesan “Jadilah tuanmu sendiri dalam hidup ini.” Kemudian hidupnya berubah. Kekuatan kehendak untuk berbuat. Selepas SMA, Sudhamek masuk di Fakultas Ekonomi sebuah Universitas di Salatiga. Diakuinya, pilihan ini adalah tidak sengaja. Akan tetapi, ketika melihat nilai kuliahnya di fakultas ekonomi itu bagus, ia mulai jatuh cinta pada ilmu ekonomi. Sudhamek merasa kalau dirinya tidaklah sebodoh yang ia bayangkan. Kepercayaan dirinya pun mulai tumbuh. Ia menjelma menjadi seorang mahasiswa gaul yang fasih berbicara di depan publik. Sudhamek percaya bahwa “will power” yang membuatnya berubah, semacam kekuatan kehendak untuk berbuat. Ia memang tak pernah menjadi murid terpandai. Namun, kata Sudhamek, karena kekuatan kehendak itulah, ia berhasil menyabet dua gelar sarjana sekaligus, ilmu ekonomi dan ilmu hukum. Memburu pengalaman. Lulus kuliah, bukan berarti Sudhamek langsung meneruskan bisnis keluarga, meskipun secara lokal, nyatanya bisnis keluarga sangat menjanjikan. Ia mampir dulu untuk menimba ilmu dulu di berbagai perusahaan. Sudhamek bergabung dengan PT Gudang Garam, Kediri. Dalam waktu 8 tahun, beliau sudah dipercaya untuk menjadi Presiden Direktur di PT. Trias Santosa Tbk, anak perusahaan Gudang Garam. Belasan tahun ia belajar manajemen, dan kepemimpinan mengelola korporasi. Semua pelajaran itu kemudian diterapkannya ketika ia mengambil alih bisnis warisan ayahnya, PT Tudung, yang awalnya bergerak di bisnis tepung tapioka. Di bawah kepemimpinan Sudhamek, perusahaan itu berubah nama menjadi PT Tudung Putrajaya (TPJ), bergerak di produksi kacang garing, meskipun masih tanpa merek. Inilah cikal bakal GarudaFood. Mulai 1987, mereka menjual kacang produksinya dengan merek ‘Kacang Garing Garuda.’ Kacang Garuda meledak di pasaran. Inovasi harga mati. Menggunakan semua pengalaman kerja sebelumnya, Sudhamek berhasil memodernkan GarudaFood. Inovasi demi inovasi terus dilakukan. Contohnya adalah keberhasilan GarudaFood mendirikan perusahaan distribusi. Dari dulunya hanya fokus dalam produk kacang, kini telah menghasilkan 200 produk makanan dan minuman. Puncaknya, GarudaFood menjalin kerjasama dengan brand besar dari Jepang, Suntory. Akhir tahun lalu, mereka meluncurkan merk minuman teh botol, Mirai. Ada untungnya di bisnis beverage. Saat Indonesia digilas krisis moneter pada 1998, GarudaFood justru bertahan. Ini karena mereka menguasai 60-70 persen pangsa pasar. Bahkan, berkat kerjasama dengan Suntory, kini GarudaFood merambah pasar dunia.
Perusahaan harus mengapresiasi kultur. Beliau menekankan pentingnya kultur dalam membangun GarudaFood. Kalau perusahaan itu mempunyai kultur yang baik, maka sebuah perusahaan akan berperforma baik pula. Bagi Sudhamek, penting sekali untuk membangun aspek spiritual dalam perusahaan. Moralitas karyawan yang baik akan memberikan hasil yang baik pula untuk perusahaan. Seorang pemimpin hebat harus mampu menyentuh aspek manusia semua orang yang dipimpinnya dengan cerdas dan arif. Dengan kemampuan spiritual yang ditambahkan dengan kompetensi, maka perusahaan akan menjadi lebih dinamis dalam bertumbuh. Regenerasi. Kini, dengan besarnya GarudaFood, Sudhamek merasa sudah saatnya bagi beliau untuk pensiun. Beliau merasa bahwa sinar matahari pemimpin baru GarudaFood bisa tertutup apabila beliau masih aktif. Dalam sebuah proses suksesi yang berhasil, beliau menyerahkan posisi sebagai CEO GarudaFood pada Hardianto Atmadja. Kini Sudhamek memilih untuk menjadi mentor GarudaFood, terutama dalam menjaga budaya spiritual dan inovasi. Sudhamek, yang dulu anak kecil minder bernama aneh itu, berhasil meraih berbagai penghargaan, secuil di antaranya adalah Ernst & Young Indonesia Entrepreneur of The Year 2004, dan The Most Admired CEO 2004, 2005, 2006, 2007. Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.

Selasa, 03 Juni 2014

Ini alasan menyehatkan kenapa minum air putih di pagi hari itu penting

Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum Merdeka.com - Banyak ahli kesehatan yang menyarankan Anda untuk minum air putih begitu Anda bangun di pagi hari. Mereka menyarankan Anda untuk menjadikan kegiatan ini sebagai hal pertama yang harus dilakukan segera setelah Anda bangun pagi.
Ada banyak alasan kesehatan yang mendasarinya. Salah satunya adalah karena air putih mampu membersihkan perut Anda secara maksimal sebab ketika itu perut Anda masih kosong. Seperti dilansir dari indiatimes.com, ketika usus besar Anda bersih maka penyerapan nutrisi pun menjadi lebih baik. Hal ini pun akan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Tak hanya itu, minum air putih juga mampu menghilangkan racun yang ada di dalam darah. Sehingga darah Anda menjadi bersih dan pembentukan sel-sel darah baru pun akan berjalan dengan baik. Selain itu, pastikan juga bahwa Anda tidak makan apapun untuk sementara waktu setelah Anda minum air putih di pagi hari. Sebagai gantinya, minumlah air putih secara terus menerus hingga sekitar 4 gelas. Terapi air ini bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme Anda. Selamat mencoba! [feb]

Selasa, 08 April 2014

Berhati-hatilah Mencampur Obat Herbal dengan Obat Kimia

Penulis : Unoviana Kartika | KOMPAS.com — Obat herbal telah berkembang menjadi tidak hanya sekadar obat tradisional, tetapi juga obat yang diresepkan oleh dokter. Saat ini pun tak sedikit orang yang memanfaatkan obat herbal sebagai pengobatan komplementer.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2010, 59,12 persen penduduk Indonesia mengonsumsi obat herbal. Masyarakat menilai obat herbal lebih aman daripada obat konvensional. Namun, obat herbal bukan berarti 100 persen aman. Selain itu, jika diminum bersamaan dengan obat lain, obat herbal dapat menimbulkan interaksi obat yang membahayakan. Karena itu peminum obat herbal pun perlu mengetahui jenis-jenis interaksi obat. Dokter pakar obat herbal Arijanto Jonosewojo mengatakan, terkadang demi menambah keefektivan dari obat konsumen minum obat konvensional dan komplementer sekaligus. Padahal tindakan itu justru kontraproduktif karena menimbulkan interaksi obat yang merugikan. "Misalnya, obat-obatan golongan statin untuk menurunkan kolesterol tidak boleh diminum bersamaan dengan obat herbal yang juga berfungsi sama," ujarnya dalam konferensi pers Simposium SOHO Global Health Natural Wellness di Jakarta, Sabtu (5/4/2014) lalu. Sebaliknya jika diminum dalam waktu yang berbeda, lanjutnya, keduanya akan saling menguntungkan. Oleh karena itu, sebaiknya obat-obatan golongan statin diminum pada malam hari, dan obat herbal di pagi hari. Selain itu, masih banyak interaksi obat lainnya. Dicontohkan oleh Arijanto, obat herbal dengan bahan baku ginseng untuk penambah stamina sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan obat-obat penyakit jantung. Ini karena keduanya dapat memicu aritmia atau ketidakteraturan ritme detak jantung. Interaksi juga berlaku bagi herbal yang berbentuk jamu ataupun racikan. Misalnya bawang putih sebaiknya tidak dikonsumsi hingga dua minggu sebelum menjalani pencabutan gigi. Pasalnya bawang putih memiliki efek penyukaran pembekuan darah, sehingga dapat memicu pendarahan setelah pencabutan gigi. Ada pula jus belimbing yang sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan konsumsi obat-obatan ginjal. Alasannya, interaksi keduanya bisa menimbulkan zat yang bersifat toksik bagi tubuh. Karena banyaknya interaksi obat, Arijanto menegaskan, dokter melakukan wawancara riwayat penyakit terlebih dahulu pada pasien sebelum meresepkan obat herbal. "Penting untuk meresepkan obat secara individual, karena penggunaan obat herbal bisa berbeda efeknya pada setiap orang," pungkas Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU dr Soetomo ini. Editor : Lusia Kus Anna