Minggu, 28 September 2014

PT Kereta Api Luncurkan Lokomotif Uap Sun

TEMPO.CO, Bandung - PT Kereta Api Indonesia merampungkan restorasi lokomotif uap pabrikan Hanomag Hanover seri SS600 buatan tahun 1900. "Tadinya dia monumen, gak ada mesinnya, tapi kita berhasil merestorasinya dalam waktu setahun setengah," kata VP Conservation, Maintanance, and Architecture Design PT Kereta Api Indonesia, Ella Ubaidi di Bandung, Ahad, 28 September 2014.
Lokomotif uap ini merupakan, kereta warisan Belanda ketiga yang berhasil dihidupkan lagi. Ella mengatakan, rencananya lokomotif uap yang dinamai Sun, atau matahari ini, akan dioperasikan untuk menarik kereta wisata di Solo. "Akhir tahun ini mungkin sudah bisa jalan di Solo," kata dia. Ella mengatakan, seluruh sertifikasi dan perizinan laik jalan sudah dikantungi oleh lokomotif ini. Rencananya, kereta ini akan beroperasi menarik kereta wisata di Solo dengan rute Tuntang-Kedungjati. Lokomotif Sun itu akan menarik lima gerbong kayu dengan kapasitas tiap gerbongnya 42 penumpang. Pengoperasiannya akan bekerjasama dengan pemerintah Kota Solo. "Startnya Stasiun Jabres yang akan kita jadikan stasiun kick-off untuk kereta-kereta sejajarah seperti ini," kata Ella. Ella mengatakan, PT Kereta Api merogoh duit perusahaan hingga Rp 400 juta untuk menghidupkan lagi kereta uap itu. Lokomotif produksi 1889 itu sempat beroperasi melayani rute Rangkasbitung-Tenabang sampai tahun 1960, sebelum rusak dan dijadikan monumen di Museum Kereta Api Ambarawa sejak 1976. Menurut Ella, perusahaannya sempat menawarkan restorasi lokomotif uap itu pada salah satu perusahaan, tapi batal diteruskan karena biayanya menembus Rp 12 miliar. Setelah berdiskusi dengan pensiunan pegawai kereta yang pernah mengoperasikan lokomotif itu, biaya itu kemahalan. Sejak Oktober 2011 proses restorasi dikerjakan. "Semua dikerjakna pensiunan pegawai kereta api," kata dia. Ella mengatakan, pemerintah Belanda membantu restorasi kereta itu dengan memberikan gambar rinci lokomotif itu. Pemerintah Belanda juga menjanjikan memberikan bantuan serupa jika PT Kereta Api berniat merestorasi lagi kereta tuanya. "Kita harus menemukan gambar aslinya, kan sudah tidak ada detilnya, isinya, ukurannya berapa, pemerintah Belanda membantu support sumber dan narasumber," kata dia. Menurut Ella, dari 1.200 kereta api warisan Belanda, hanya bersisa 30 unit yang masih relatif utuh bentuknya tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. "Terakhir kami menemukan di Pekanbaru sudah jadi bangkai, kereta uapnya Jepang," kata dia. Rampungnya restorasi lokomotif tua itu menjadi hadiah hari ulang tahun PT Kereta Api Indonesia ke 69 yang jatuh hari ini. Lokomotif tua itu diberi nama Sun, yang berarti matahari. AHMAD FIKRI

Selasa, 16 September 2014

`Kaji Nunut`, Kisah Legendaris Penyusup ke Tanah Suci

Reporter : Eko Dream - 'Kaji nunut'. Mungkin Anda pernah mendengar kisah ini. Cerita Choiron Nasichin, yang menyusup ke pesawat haji untuk pergi ke Tanah Suci. Pria asal Jombang, Jawa Timur, itu tak punya uang untuk berhaji. Sehingga pada 1992, dia diam-diam nebeng pesawat rombongan haji yang berangkat dari Bandara Juanda.
Choiron memang sudah ngebet naik haji sejak awal 1990. Namun, dia tak punya uang untuk membayar ongkos haji yang kala itu berkisar Rp 6 juta. Segala upaya dia lakukan. Tak hanya diam berdoa saja, pria asal Kecamatan Sumobito itu bahkan rajin mengirim undian berhadiah dengan harapan bisa membayar ongkos naik haji. Bahkan dia mengaku pernah mengirim 900 kupon untuk sebuah undian. Di kampungnya, Choiron memang sudah dipanggil haji oleh warga. Bukan karena sudah naik haji, gelar itu disematkan karena dia selalu memakai kopiah putih, yang diidentikkan dengan orang yang telah menunaikan rukun Islam ke lima itu. Sehingga itu pula yang membakar semangatnya. Niatnya untuk naik haji semakin menggebu setelah mendapat hadiah lima gram emas dari undian yang diadakan produsen sampo. Tak berpikir panjang, dia langsung menguangkan emas itu. Uang Rp 70 ribu pun dia dapat. Dia sadar, uang itu masih jauh dari cukup untuk berhaji. Namun dia tak pikir panjang. Uang itu sebagian langsung dia belanjakan untuk persiapan haji pada tahun 1992 itu. Sandal, pakaian ihram, dan alat lainnya. Uang undian itu tinggal Rp 49.950. Alhamdulillah... sang ibu memberinya tambahan bekal Rp 5 ribu saja. Tetap saja, uang itu jauh dari cukup. Otak dia peras untuk menemukan cara bagaimana bisa sampai ke Tanah Suci dengan bekal Rp 54.950 itu. Sampailah dia pada pikiran untuk nunut alias nebeng. Seperti kebiasaannya waktu itu, yang selalu nebeng truk jika pergi ke mana-mana. Kala itu, dia siap dengan risiko diturunkan di tengah jalan jika diminta turun karena ketahuan. Pamitlah dia kepada sang ibu, Siti Khoniah. Dia berpesan, apabila dalam dua hari tak balik ke rumah, berarti dirinya sudah sampai ke Tanah Suci untuk berhaji. Bismillah..... Choiron berangkat ke Surabaya dengan naik bus. Perjalanan dari terminal ke bandara ditempuh dengan bemo. Pria yang kini usianya hampir setengah abad itu tiba di bandara siang hari. Namun, dia kecewa. Sebab waktu itu tak melihat tanda-tanda adanya rombongan haji yang akan berangkat. Sehingga, dia hanya termenung di lapangan udara yang terletak di wilayah Sidoarjo itu. Beberapa saat kemudian, dia bisa merasa lega. Sebab, seseorang memberi tahu bahwa sekitar pukul 19.00 WIB akan ada rombongan haji yang terbang ke Arab Saudi. Matanya berbinar. Asa untuk naik haji kembali menyala. Benar saja. Begitu matahari sudah tenggelam, rombongan haji Kloter IX terlihat riuh di pelataran bandara. Karena niat berhaji yang sudah sangat tebal, Choiton tak ragu bergabung dengan mereka. Bahkan dia mengaku sempat foto-foto bersama rombongan tamu Allah itu. Lantas masuklah rombongan itu. Tapi Choiron tertinggal di luar. Karena memang tak punya dokumen apapun untuk pergi haji. Satu-satunya cara, masuk lewat pagar bandara. Dan pikiran tersebut benar-benar dia lakoni. Dia kemudian masuk ke pesawat yang terparkir. "Sambil wirid, saya jalan biasa saja. Tidak ada yang menegur sampai saya berada di atas pesawat," kata dia dalam sebuah wawancara. Menyusuplah Choiron ke pesawat Garuda itu. Tak ada satu pun jamaah haji dan kru pesawat yang curiga. Karena sadar tengah nebeng, dia tak duduk di kursi penumpang. Dan memilih berdiam di atas kursi pramugari. Hingga seorang pramugasi menegurnya, mengapa duduk di kursi pramugasi. "Saya jawab nggak apa-apa karena saya nunut," tutur dia. Pramugari itu hanya tersenyum karena mengira Choiron yang berkata jujur itu tengah bercanda. Choiron bahkan juga memperoleh makan dan minum seperti jamaah haji lainnya. Tibalah saat itu. Seorang pramugari meminta dokumen perjalanan Choiron. Dan aksi 'penyusupan' itu akhirnya terbongkar. Seisi pesawat menjadi geger. Bagaimana bisa di pesawat ada penumpang gelap? Choiron dianggap sebagai orang gila. "Waktu ketahuan jika saya tidak punya dokumen, ya saya bilagn terus terang, kalau saya ini memang nunut. Jadi ya ndak punya apa-apa. Jangankan dokumen yang tidak saya ketahui artinya. Uang saja saya nggak punya kok." Beruntung, dalam pesawat itu ada orang yang mengenal Choiron. Mereka adalah Harto dan Yazid Abdullah yang memang satu desa dengan Choiron. Kedua orang inilah yang meyakinkan seisi pesawat, termasuk kru, bahwa Choiron bukanlah orang gila. Yazid membela Choiron dengan panjang lebar. "Pak Yazid Abdullah itu guru madrasah saya. Beliau meyakinkan kalau saya bukan orang gila. Dia juga bilang, saya warga satu desa dengannya. Saya miskin, tapi berniat betul menjadi haji karena sudah lama dipanggil Pak Haji," ujar Choiron. Karena penjelasan itu, Choiron malah mendapat simpati dari jamaah haji. Choiron bahkan diupayakan bisa mendapat paspor agar bisa naik haji dengan biaya ditanggung seluruh anggota Kloter IX itu. Namun sayang, upaya itu tidak berhasil dan Choiron harus pulang. Di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Choiron sempat disembuyikan oleh pramugari di toilet pesawat agar tak diketahui pihak imigrasi Saudi. Pintu toilet dikunci dan diberi tulisan "rusak". Trik ini berhasil dan Choiron lolos dari razia. Setelah itu, Choiron dipulangkan ke Tanah Air. Di sinilah pengalaman Choiron menjadi `raja` dimulai. Sebab, pesawat yang biasa mengangkut ratusan jamaah haji itu kini dia tumpangi sindirian. Film dan makanan, hemmm.... bisa dia nikmati sesukanya. Semua gratis! "Jadi, meski saya ini di kampung miskin, tapi saya mampu carter pesawat khusus," ujar Choiron. Ulah nebeng ini mendapat perhatian luas. Sejak itu dia dijuluki sebagai "kaji nunut" alias "haji nebeng". Lagi-lagi, julukan haji tersemat meski belum bisa menunaikan ibadah haji di Mekah. Namun, sejak itu pula simpati berdatangan. Sejumlah pihak menawarinya untuk naik haji. Hingga akhirnya dia bisa benar-benar naik haji dengan bantuan Haji Tosim pada 1994. Menariknya, Choiron kala itu tak sekedar berhaji. Dia bahkan sempat memasuki kawasan Istana Raja Fadh, yang merupakan kawasan tertutup bagi orang biasa. Dalam komplek istana itu pula ia sempat bertemu dengan rombongan pejabat dari Indonesia, termasuk menteri. Choiron kembali naik haji pada 2005. Lagi-lagi gratis, karena dibiayai seorang pengusaha. Tapi, meski sudah dua kali menunaikan rukun Islam ke lima itu, Choiron tetap saja dijuluki "Kaji Nunut". (Dari berbagai sumber)

Selasa, 19 Agustus 2014

Setidaknya Ada Lima Manfaat Dari Buah Nangka

TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA- Meski nangka adalah buah asli India, Sri Lanka, dan Bangladesh, buah ini masih bisa kita temukan di sebagian besar negara beriklim tropis. Rasa manis dan kenyal dari potongan kuning buah nangka ini bukan hanya lezat, melainkan juga mengandung sejumlah nutrisi dan mineral. Berikut adalah lima manfaat kesehatan buah nangka.
1. Kekebalan tubuh Nangka kaya akan kandungan vitamin C yang juga berfungsi sebagai penangkal virus maupun bakteri yang akan menyerang tubuh. Vitamin C ini meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang mampu melindungi tubuh kita dari penyakit dan infeksi. 2. Mencegah kanker Nangka bersifat antikanker dan antipenuaan, karena kandungan fitonutrien dan vitamin C di dalamnya. Nutrisi ini membantu menjauhkan tubuh dari bahaya kanker serta memperlambat degenerasi sel. 3. Memperbaiki pencernaan ,angka mengandung banyak serat yang mampu memperlancar gerakan usus dan mencegah sembelit. 4. Menyehatkan mata dan kulit Vitamin A yang terkandung dalam nangka berfungsi menjaga kesehatan mata, sekaligus mencegah gangguan mata seperti degenerasi makula dan rabun senja. Selain itu, kandungan antioksidan yang ada dalam buah nangka mampu memperlambat aktivitas radikal bebas yang mengakibatkan penuaan dini. 5. Menyehatkan tulang Nangka mengandung sejumlah kalsium dan mangnesium yang baik untuk meningkatkan kesehatan tulang, serta mengurangi risiko osteoporosis. (Healthmeup) Editor: Budi Prasetyo Sumber: Intisari

Kamis, 07 Agustus 2014

Siapa Pembawa "Investasi" MMM ke Indonesia?

JAKARTA, KOMPAS.com — Di Indonesia, MMM pertama kali diperkenalkan oleh sejumlah warga negara Rusia sejak Juli 2012. Namun, mereka tidak banyak bergerak karena khawatir MMM akan dianggap menggalang dana dan menipu masyarakat. Selain itu, sistem MMM yang dijalankan dalam bahasa Rusia membuat skema ini pada awalnya tidak berkembang di Indonesia.
Pada Oktober 2012, Robertus Julyanto bertemu dengan Leader MMM Ukraina bernama Stanislav Boyko, yang fasih berbahasa Inggris. Singkat kata, pada November 2012, Robertus mulai bergerak mencari orang yang mau bergabung dengan MMM. Pada 26 Januari 2013, MMM Indonesia mulai beroperasi dengan 50 partisipan. "Saat ini jumlah partisipan MMM di bawah saya ada 685.000 akun," kata Robertus, yang ditemui di sebuah pusat perbelanjaan di bilangan Senayan, Jakarta, 28 Mei 2014. Selain Robertus, ada beberapa orang Indonesia lagi yang mengembangkan MMM dengan mencantel leader MMM dari negara lain. Dengan jumlah kaki 685.000 akun, Robertus menjadi manajer MMM yang paling besar. Pasalnya, di Indonesia, hanya ada kurang dari satu juta akun di MMM. Angka 685.000 ini tidak menggambarkan jumlah orang Indonesia yang menjadi partisipan MMM. Sebab, siapa pun bisa memiliki lebih dari satu akun karena untuk bergabung ke MMM cukup menggunakan nomor ponsel, alamat e-mail, dan nomor rekening bank. "Tapi, kalau ketahuan ada yang punya lebih dari satu, akunnya kami blok," ujar Robertus. MMM, kata Robertus, bukan sebuah perusahaan, melainkan komunitas. Lelaki paruh baya yang pernah menjadi petinggi salah satu bank swasta yang dilikuidasi tahun 1998 itu bilang, MMM tidak mengumpulkan dana masyarakat. Uang partisipan tetap ada di rekening mereka masing-masing. MMM cuma membantu para partisipan tersebut untuk membantu partisipan lain yang membutuhkan uang. Namun, agar menarik minat masyarakat, disertai dengan bonus yang cukup menggiurkan. Teknisnya, setelah melakukan pendaftaran di situs resmi MMM, partisipan harus menyodorkan bantuan uang senilai Rp 100.000 hingga maksimal Rp 10 juta. Di MMM, menyodorkan bantuan dana ini dikenal dengan istilah Provide Help (PH). Setelah bantuan tersebut sukses dikirim kepada partisipan lain, dalam tempo sekitar sebulan atau 40 hari, partisipan tersebut bisa giliran minta dibantu oleh partisipan lain. Istilah yang digunakan untuk meminta giliran dibantu ini adalah Get Help (GH). Nah, nilai GH yang bisa diminta sebesar nilai PH yang sebelumnya diberikan ditambah 30 persen dari nilai PH tersebut. "Untuk bisa Get Help, semua partisipan harus Provide Help lebih dulu," kata Robertus. Untuk memfasilitasi transaksi dana antar partisipan, Mavrodi membuat situs resmi yang hanya bisa diakses oleh orang yang sudah didaftarkan sebagai partisipan. Situs ini dikendalikan tim Mavrodi di Rusia. Mereka juga yang membuat sistem yang menyampaikan informasi kepada siapa partisipan yang sudah memasang status PH bisa mengirimkan dananya lewat e-mail atau SMS. Penerima dananya bisa siapa saja dan sebagian tidak dikenal oleh si pengirim dana. "Semua diatur sistem, tidak bisa secara manual," kata Robertus. Bagi partisipan yang berhasil merekrut orang lain untuk bergabung di MMM diberikan bonus referral 10 persen dari jumlah PH yang diberikan oleh orang yang direkrut tersebut. Bonus referral ini bisa diperoleh maksimal empat kali. Jika ingin kembali mendapatkan bonus referral, orang yang direkrut tadi harus kembali melakukan PH lebih besar dari sebelumnya. Nah, jika orang yang direkrut tadi mengajak orang lain untuk bergabung di MMM, maka ia juga bisa mendapatkan bonus referral 10 persen. Orang yang ada di level atas juga akan menikmati bonus referral dengan besaran beragam, mulai dari 5 persen per PH hingga 0,1 persen per PH. Semakin tinggi level seseorang dalam piramida MMM, makin kecil persentase bonus referral yang diterima, yakni hingga minimal 0,1 persen. MMM memiliki level berjenjang, mulai dari partisipan, Manajer 10 (bonus referral 5 persen dari nilai PH kaki di bawahnya), Manajer 100 (3 persen), Manajer 1.000 (1 persen), Manajer 100.000 (0,25 persen), Manajer 100.000, hingga Manajer 1 juta. Di Indonesia, puncak tertinggi MMM baru mencapai level Manajer 100.000. Artinya, kaki yang dimiliki antara 100.000 sampai di bawah 1 juta. Orang yang menjadi Manajer 1 juta di MMM, ya, pendirinya, Sergey Mavrodi. MMM, seperti pengakuan Robertus, bukanlah perusahaan investasi, tidak pula menjual produk yang menghasilkan keuntungan. "Sumber dana bonus berasal dari PH partisipan lain. Jadi, jika seseorang mengajukan GH nantinya yang akan memberikan PH tidak hanya satu orang saja. Bisa dari dua PH atau lebih," jelas Robertus. (Tedy Gumilar, Agung Jatmiko, Surtan PH Siahaan, Petrus Dabu) baca juga: OJK Minta Masyarakat Hati-hati terhadap Arisan MMM "Investasi" Baru Berjudul MMM Begini Sistem Perputaran Uang di Arisan MMM

Selasa, 15 Juli 2014

Ternyata, Pemimpin Tertinggi GarudaFood adalah Mantan Korban Bully

Oleh Adhika Dwi Pramudita | Studentpreneur -- Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto adalah entrepreneur, sekaligus figur pemimpin di GarudaFood. Sejak mengambil alih perusahaan keluarganya, sebuah pabrik tepung tapioka lokal, Sudhamek berhasil mengantarkan GarudaFood untuk terbang melanglangbuana ke seluruh dunia. Versi November 2013, Forbes menilai kekayaannya sebesar US$830 juta atau 9 Trilliun Rupiah, menempatkannya di posisi ke 35 dari 50 orang terkaya di Indonesia. Akan tetapi, seluruh pencapaian ini tidak taken for granted, tidak langsung didapat. Tahukah Anda bahwa Sudhamek adalah mantan korban bully? Kehidupan Sudhamek penuh dengan hikmah yang bisa dipetik oleh setiap entrepreneur. sudhamek 2 Ternyata, Pemimpin Tertinggi GarudaFood adalah Mantan Korban Bully studentpreneur entrepreneur startupTernyata, Pemimpin Tertinggi GarudaFood adalah Mantan Korban Bully [Studentpreneur] Ada kebaikan di segala kondisi. Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto, lahir pada tanggal 20 Maret 1956 di Rembang, Jawa Tengah. Ia dan keluarganya tinggal di perkampungan nelayan miskin. Keluarganya tak kaya, namun juga tak terlalu miskin. Tak semua kebutuhan Sudhamek terpenuhi. Katanya, ia jarang menyantap daging ayam. Dan kalaupun ada, anak bungsu dari 11 bersaudara itu, kebagian potongan paling kecil. Meski begitu, Sudhamek bersyukur tak pernah kurang asupan protein. Di tepi pantai, tempat ia tinggal, bertumpuk ikan laut yang segar dan murah. Jadilah tuan bagi hidupmu sendiri. Sudhamek memulai pendidikannya dengan sangat lambat. Bahkan nyaris tidak naik kelas ketika SD. Dino Patti Djalal dalam bukunya “Life Stories: Resep Sukses dan Etos Hidup Diaspora Indonesia di Negeri Orang” menulis bahwa sejak kecil, Sudhamek seringkali mendapat cacian akibat namanya yang ‘unik’. “Setiap pagi, ketika diabsen satu persatu, saya merasa bahwa itulah momen penghukuman bagi saya. Begitu nama saya dipanggil, maka seluruh kelas akan tertawa sambil melihat saya,” katanya. Tekanan batin inilah yang membuat prestasi sekolahnya jelek sekali hingga SMA. Kalau syarat naik kelas adalah K6 (nilai merah tidak boleh akumulatif lebih dari 6), ia selalu nyaris di border line. Hingga, ayahnya berpesan “Jadilah tuanmu sendiri dalam hidup ini.” Kemudian hidupnya berubah. Kekuatan kehendak untuk berbuat. Selepas SMA, Sudhamek masuk di Fakultas Ekonomi sebuah Universitas di Salatiga. Diakuinya, pilihan ini adalah tidak sengaja. Akan tetapi, ketika melihat nilai kuliahnya di fakultas ekonomi itu bagus, ia mulai jatuh cinta pada ilmu ekonomi. Sudhamek merasa kalau dirinya tidaklah sebodoh yang ia bayangkan. Kepercayaan dirinya pun mulai tumbuh. Ia menjelma menjadi seorang mahasiswa gaul yang fasih berbicara di depan publik. Sudhamek percaya bahwa “will power” yang membuatnya berubah, semacam kekuatan kehendak untuk berbuat. Ia memang tak pernah menjadi murid terpandai. Namun, kata Sudhamek, karena kekuatan kehendak itulah, ia berhasil menyabet dua gelar sarjana sekaligus, ilmu ekonomi dan ilmu hukum. Memburu pengalaman. Lulus kuliah, bukan berarti Sudhamek langsung meneruskan bisnis keluarga, meskipun secara lokal, nyatanya bisnis keluarga sangat menjanjikan. Ia mampir dulu untuk menimba ilmu dulu di berbagai perusahaan. Sudhamek bergabung dengan PT Gudang Garam, Kediri. Dalam waktu 8 tahun, beliau sudah dipercaya untuk menjadi Presiden Direktur di PT. Trias Santosa Tbk, anak perusahaan Gudang Garam. Belasan tahun ia belajar manajemen, dan kepemimpinan mengelola korporasi. Semua pelajaran itu kemudian diterapkannya ketika ia mengambil alih bisnis warisan ayahnya, PT Tudung, yang awalnya bergerak di bisnis tepung tapioka. Di bawah kepemimpinan Sudhamek, perusahaan itu berubah nama menjadi PT Tudung Putrajaya (TPJ), bergerak di produksi kacang garing, meskipun masih tanpa merek. Inilah cikal bakal GarudaFood. Mulai 1987, mereka menjual kacang produksinya dengan merek ‘Kacang Garing Garuda.’ Kacang Garuda meledak di pasaran. Inovasi harga mati. Menggunakan semua pengalaman kerja sebelumnya, Sudhamek berhasil memodernkan GarudaFood. Inovasi demi inovasi terus dilakukan. Contohnya adalah keberhasilan GarudaFood mendirikan perusahaan distribusi. Dari dulunya hanya fokus dalam produk kacang, kini telah menghasilkan 200 produk makanan dan minuman. Puncaknya, GarudaFood menjalin kerjasama dengan brand besar dari Jepang, Suntory. Akhir tahun lalu, mereka meluncurkan merk minuman teh botol, Mirai. Ada untungnya di bisnis beverage. Saat Indonesia digilas krisis moneter pada 1998, GarudaFood justru bertahan. Ini karena mereka menguasai 60-70 persen pangsa pasar. Bahkan, berkat kerjasama dengan Suntory, kini GarudaFood merambah pasar dunia.
Perusahaan harus mengapresiasi kultur. Beliau menekankan pentingnya kultur dalam membangun GarudaFood. Kalau perusahaan itu mempunyai kultur yang baik, maka sebuah perusahaan akan berperforma baik pula. Bagi Sudhamek, penting sekali untuk membangun aspek spiritual dalam perusahaan. Moralitas karyawan yang baik akan memberikan hasil yang baik pula untuk perusahaan. Seorang pemimpin hebat harus mampu menyentuh aspek manusia semua orang yang dipimpinnya dengan cerdas dan arif. Dengan kemampuan spiritual yang ditambahkan dengan kompetensi, maka perusahaan akan menjadi lebih dinamis dalam bertumbuh. Regenerasi. Kini, dengan besarnya GarudaFood, Sudhamek merasa sudah saatnya bagi beliau untuk pensiun. Beliau merasa bahwa sinar matahari pemimpin baru GarudaFood bisa tertutup apabila beliau masih aktif. Dalam sebuah proses suksesi yang berhasil, beliau menyerahkan posisi sebagai CEO GarudaFood pada Hardianto Atmadja. Kini Sudhamek memilih untuk menjadi mentor GarudaFood, terutama dalam menjaga budaya spiritual dan inovasi. Sudhamek, yang dulu anak kecil minder bernama aneh itu, berhasil meraih berbagai penghargaan, secuil di antaranya adalah Ernst & Young Indonesia Entrepreneur of The Year 2004, dan The Most Admired CEO 2004, 2005, 2006, 2007. Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.