Jumat, 04 Juni 2010

MANFAAT NANAS KERANG

suaramerdeka.com

Biasa ditanam orang sebagai tanaman hias, tumbuh subur di tanah yang lembab. Termasuk anggota suku gawar-gawaran, berasal dari Meksiko dan Hindia Barat. Tinggi pohon 40 cm - 60 cm, batang kasar, pendek, lurus, tidak bercabang. Daun lebar dan panjang, mudah patah, warna daun di permukaan atas, hijau, dan di bagian bawah berwarna merah tengguli.

Panjang daun + 30 cm, lebar 2,5 - 6 cm. Bunga berwarna putih, berbentuk bunga kerang.

Kegunaan:

1. Acute & chronic bronchitis, batuk rejan (Pertusis).

2. TBC kelenjar (Lymphatic tuberculosis)

3. Mimisan (Epistaxis).

4. Disenteri basiler, berak darah (Melena).

Pemakaian: Daun: 15 - 30 gr. Bunga: 20 - 30 kuntum rebus.

Pemakaian Luar: Jatuh terkilir, terpukul (memar), dilumatkan, kemudian dibalut.

Cara Pemakaian:

1. Batuk rejan, batuk berdahak, flu, disentri: 20 - 30 kuntum bunga direbus, minum.

2. TBC kelenjar, mimisan: 15 - 30 gr daun, rebus, minum.

3. Acute bronchitis, muntah darah: 10 helai daun segar atau 20 - 30 kuntum bunga ditambah gula batu, ditim.

4. Berak darah (melena): 10 - 15 helai daun segar atau 20 - 50 kuntum bunga kering ditambah gula enau, direbus.
(iptek/cn02)

MANFAAT MENGKONSUMSI BUAH STRAWBERRY

klipingku.com
Berita gembira bagi anda yang senang mengkonsumsi buah strawberry. Berikut macam-macam manfaatnya:

1. Memutihkan Gigi
Strawberi juga memiliki kekuatan tersendiri untuk memutihkan gigi Anda. Hancurkan buah stroberi, kemudian dengan menggunakan jari, tempelkan pada gigi kemudian biarkan selama satu atau dua menit. Setelah itu gosok dengan sikat gigi secara menyeluruh. Untuk menghindari munculnya warna kuning pada gigi, sebaiknya gunakanlah sedotan kala minum teh, kopi, atau coca-cola. Dijamin minuman tak akan menyentuh gigi Anda.

2. Anti Kanker
Vitamin A yang terdapat di dalam buah ini, dapat membantu mencegah pembentukan radikal bebas, vitamin C menjaga reaksi bahaya di dalam sel, vitamin E can asam ellagic akan bertugas melindungi Binding sel Bari kerusakan karena radikal bebas. Asam ellagic akan membantu melumpuhkan kerja aktif sel kanker.

3. Anti Aging
Buah lambang cinta ini ternyata juga memiliki konsentrasi tujuh zat anti oksidan yang lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga stroberi merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh karena radikal bebas. Karena kandungan vitamin BI, B2, C dan Provitamin A pada stroberi dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kulit lebih cerah, bersih serta dapat mencegah teriadinya pengeriputan pada kulit.

4. Mengencangkan Kulit
Strawberi yang dimakan teratur dapat mengencangkan, menghaluskan, serta membuat warna kulit lebih cerah dan bersih. Selain dengan mengonsumsinya secara teratur tidak ada salahnya Anda mencoba resep ‘homemade’ lulur stroberi ini agar kulit Anda lebih ‘kinclong’. Siapkan 3 buah stroberi segar, 3 sendok makan madu, 3 sendok makan baking soda, 3 sendok makan gula pasir,
I beri sedikit air. Kemudian blenderlah semua bahan tadi hingga lembut. Stroberi akan membuat kulit Anda halus dan wangi, madu dipercaya mengandung banyak vitamin E, baking soda akan membantu membersihkan kulit, seclangkan gula yang berbentuk butiran akan bekerja seperti scrub yang akan membantu mengangkattumpukan Bel-Bel kulit math pada kulit Anda.

5. Mengatasi Panas Dalam
Ternyata dengan menikmati jus stroberi dapat melenyapkan panas dalam. Nah, berikut resep jus Strawberry yang dapat Anda cobs di rumah. Untuk bahannya Anda perlu menyiapkan 5 buah stroberi segar, cuci bersih kemudian potong-potong, 100 cc susu kacang kedelai, gula pasir secukupnya, 8 potong es batu. Kemudian campur seluruh bahan, lalu blender halus, hidangkan langsung dalam keadaan dingin. Ehm, yammie bukan? Tahukah Anda, selain rasanya yang enak dan dapat mengatasi panas dalam, bila Anda rutin mengonsumsi jus stroberi ini ternyata resep ini memiliki khasiat lain seperti dapat menyegarkan tubuh Anda, meningkatan kreativitas, memenuhi kebutuhan Vit.0 dalam tubuh.

6. Mencegah Leukimia
Buah strawberry juga memiliki efek terapi yang sangat baik untuk mencegah penyakit leukimia, anemia (kurang darah) dan penyakit darah. Dua macam zat yang terkandung di dalamnya, “stroberi amine” clan “asam tanae,, memiliki efek mengekang pertumbuhan dan terjadinya tumor ganas.

Selasa, 25 Mei 2010

SELAI NANAS DAN RAMBUTAN GORENG


Wajah Desa Tangkil Baru, Kecamatan Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, agak berbeda dari lingkungan di sekitarnya. Rumah-rumah penduduknya khas dalam arsitektur bugis. Tepat di jantung desa ini berdiri sebuah tugu dengan patung buah nanas pada bagian pucuknya.

Identitas bugis semakin tampak ketika kami berkunjung ke rumah tiang milik Siti Arifah (50). Apalagi ketika mulai bercakap-cakap, karena mereka sehari-hari relatif berkomunikasi dalam bahasa daerah tersebut.

Kabarnya, kampung ini dibangun almarhum Syeh Muhammad Said (Puang Muhammad) dan 20 sahabat. Almarhum adalah kakek dari suami Siti Arifah, Andi Tola Patabila (70). Mereka adalah pelarian dari Bugis saat konflik berlangsung tahun 1960-an.

Meski telah puluhan tahun menetap di Tangkil Baru, Siti Arifah kurang fasih berbahasa melayu. "Maaf ya, saya bisanya bahasa bugis. Maklum, saya bukan orang sekolahan," tuturnya.

Namun, Siti Arifah yang tak sekalipun mengenyam pendidikan, baca maupun tulis, kini sukses sebagai pengusaha lewat produk "Jaya Indah". Bahkan, dari usaha ini dia dan suaminya berhasil menyekolahkan ke-12 anak mereka, sebagian di antaranya sampai perguruan tinggi.

Usaha Arifah adalah memproduksi selai nanas goreng, rambutan goreng, selai pisang goreng, kacang sembunyi, dan ikan teri. Dari semua produknya itu, yang khas dan laris adalah selai nanas dan rambutan goreng.

Setiap hari, Siti Arifah dibantu lima karyawan yang masih termasuk keluarga. Anak pertamanya, Andi Mimahaya, sampai kini turut menjadi penanggung jawab usaha sampai ke pemasaran. Adapun anak Arifah nomor 10, Andi Isma (17), meski masih di bangku sekolah menengah atas, setiap hari ikut membantu usaha orangtuanya. Dia membantu sang ibu mulai dari mengupas buah sampai mengemasnya.

Produksi selai nanas dan rambutan goreng Arifah setiap hari masing-masing sekitar 15 kilogram. Selain dipasarkan ke toko- toko swalayan di wilayah Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, produk Arifah juga dikirim ke Palembang dan Pekan Baru.

Produk selai nanas dan rambutan goreng sebanyak sekitar 30 kilogram per hari itu nyaris selalu habis. Artinya, dalam sehari omzet usaha Arifah mencapai sekitar Rp 690.000.

Dari kebun sendiri
Usaha pengolahan selai nanas dan rambutan goreng tak lepas dari kehidupan warga desa yang umumnya berkebun. Areal tanah milik suaminya seluas lima hektar lebih itu pun ditanami nanas dan rambutan.

Alasan memilih jenis tanaman itu sebab tanah rawa desa ini cocok untuk nanas. Dalam satu pekan sebanyak 400-an buah nanas bisa dipanen. Buah nanas ini semula dijual langsung ke pasar dengan harga murah. Bahkan, kini pun buah nanas cuma dihargai Rp 500 per buah.

Tahun 1999 barulah Arifah terpikir untuk mengolah nanas menjadi makanan yang lebih tahan lama dan memperoleh harga lebih baik. Semula, perempuan yang gemar memasak ini mengolah nanas menjadi selai.

Setelah beberapa waktu, Arifah mendapat ide untuk menggoreng selai-selai nanas tersebut dalam baluran tepung terigu. Hasilnya, kue-kue ringan berwarna cokelat kekuningan.

Sesuai bahan bakunya, dia menamainya "kue selai nanas". Rasanya gurih dan renyah pada bagian luar serta terasa lembut selainya ketika bagian dalam kue masuk mulut.

Arifah tak menambahi gula pada adonan kue. Alasannya, dia tak ingin kuenya terasa amat manis. Ini justru akan membuat konsumennya cepat merasa kenyang. "Setelah diolah dan menjadi kue selai nanas goreng, ternyata banyak orang suka," tuturnya.

Kue selai nanas buatan Arifah ini dikemas dalam tiga ukuran, kemasan berberat satu ons, 250 gram, dan 500 gram. Supaya kemasan tampak lebih menarik, ia menempatkan kue selai nanas goreng 250 gram dalam keranjang anyaman bambu. Kue selai nanas dalam kemasan anyaman bambu ini ternyata menjadi pilihan orang untuk oleh-oleh penganan khas dari Jambi.

Giliran rambutan
Tak puas dengan kue selai nanas goreng, Arifah mulai mengutak-atik buah rambutan. Buah rambutan yang segar dan mengandung banyak air itu pun berubah menjadi penganan kecil atau kue kering.

Arifah bercerita, buah rambutan yang telah dikupas diolahnya sedemikian rupa sampai kering. Meski begitu, agar tetap sebagai rambutan, dia sengaja membiarkan biji buah itu di tempatnya.

Rambutan yang sudah kering kemudian digoreng dalam baluran tepung terigu yang telah dicampur sedikit garam. Di bengkel usaha Arifah yang menempati sebagian rumah tinggalnya itu, seluruh proses produksi dilakukan. Untuk setiap proses disediakan ruang yang berbeda, mulai dari pengupasan buah, penggorengan, penjemuran, hingga pengepakan.

Sedangkan untuk pengepakan kue, dia menyediakan kamar khusus. Di ruang pengepakan ini siapa pun yang masuk tak boleh merokok. Arifah sangat disiplin mengenai hal ini. Alasannya, demi menjaga kebersihan, rasa, dan aroma makanan.

Harga penganan kecil buatan Arifah relatif terjangkau sebagian masyarakat. Kue selai nanas goreng, misalnya, dijualnya dengan harga Rp 21.000 per kilogram, kue rambutan goreng Rp 25.000 per kg.

Di samping kedua produk penganan utamanya itu, Arifah juga membuat semacam keripik pisang goreng seharga Rp 25.000 per kg. Meski keripik pisang ini hanya sesekali saja dibuatnya.

"Konsumen ternyata lebih suka kue selai nanas dan rambutan goreng, makanya saya tidak selalu membuat snack pisang. Snack pisang untuk pelengkap saja," ujar Arifah yang meningkatkan produknya sampai sekitar dua kali lipat dari hari biasa pada hari-hari menjelang Lebaran.

Irma Tambunan
Copyright 2007 Kompas

Tags: muaro jambi, oleh-oleh, selai, rambutan, nanas, goreng, camilan, bugis
Prev: Si Segar Penyehat Jantung
Next: Oncom di Jero Aliran Baru

Sabtu, 13 Februari 2010

SEJARAH SELAI MORIN


Tepatnya pada tanggal 5 September 1978, J. Hadi Januar (Pendiri PT. Astaguna Wisesa) memulai
merintis usahanya dengan menandatangani kontrak penyewaan tempat seluas 210 m, di Jl. Jelambar Utama, sebagai kantor dan tempat produksi selai Morin yang pertama. Produk yang dihasilkan adalah Kaya spread dan Pineapple jam.
Dengan berpegang pada visi dan misi perusahaan, maka seiring dengan waktu,perkembangan usaha menuntut status hukum yang sah, sehingga PT. Astaguna Wisesa lahir pada juli 1989. Pada saat itu perkembangan varian produk cukup signifikan dengan bertambahnya strawberry, mixfruit, peanut butter,orange marmalade, dan chocolate peanut.
Karena minimnya kapasitas tampung area produksi dan bertambahnya jumlah varian produk, maka lokasi produksi dan kantor dipindahkan ke tempat baru yang lebih luas, yaitu seluas 1150m, di daerah Jelambar Polri , yang mana kemudian produksi harus di pindah lokasikan sebagian ke kawasan industri Cikarang seiring bertambahnya jumlah permintaan produksi.
Baru pada Pebruari 2002 seluruh kegiatan produksi pindah sepenuhnya ke kawasan industri Cikarang.
Saat itu beberapa sektor distribusi, meliputi sektor konsumer, bakeri, dan industri dijalankan oleh perusahaan.

Setelah lima tahun pabrik beroperasi, pada tahun 2007 diadakan ekspansi area produksi dengan memperluas lahan guna menambah produktivitas demi memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.
Dengan janji untuk selalu mengembangkan dan berinovasi, kini varian rasa Morin telah bertambah lagi dengan hadirnya blueberry jam, apricot jam, dan chunky peanut.